JAKARTA (Pos Sore) -– Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI), I Made Dana M. Tangkas, mengungkapkan, peningkatan kualitas sumberdaya manusia sangat menentukan dalalm pengembangan kendaraan pedesaan yang diinginkan. Untuk mewujudkannya, harus ada sinergi dalam mengoptimalkan peran sejumlah lembaga yang telah ada di Indonesia dalam memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia.
Hal itu diungkapkannya usai penandatangan Nota Kesepahaman 5 Menteri dan Perjanjian Kerjasama SMK dan Industri Dalam Rangka Pengembangan Pendidikan Vokasi Berbasis Kompetensi yang Link And Match Dengan Industri, di Kementerian Perindustrian,Selasa, 29/11.
Hadir pada kesempatan itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto,Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno, serta Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakir.
Menurutnya, pemerintah berkomitmen membangun kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini sekaligus untuk mendorong pertumbuhan industri nasional yang berkelanjutan.
I Made mengatakan pihaknya memiliki peran mensinergikan dan mengoptimalkan peran sejumlah lembaga yang telah ada di Indonesia untuk memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia.“Negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia telah memiliki institut otomotif , Indonesia tidak boleh ketinggalan. Kami memiliki tiga tugas utama, pertama sertifikasi kompetensi, kemudian pengembangan IKM dan kendaraan pedesaan,” ujarnya dalam Focus Group Discussion dengan tema Pengembangan IKM, Pendidikan Tinggi Vokasi dan Kendaraan Pedesaan Indonesia Menuju Industri Nasional Yang Maju dan Mandiri di Kementerian Perindustrian, Selasa (29/11).
Menurutnya, hingga saat ini sekitar 1,3 juta tenaga kerja industri kendaraan roda empat Indonesia belum tersertifikasi. Padahal, seiring dengan prospek dan pertumbuhan industri otomotif Indonesia di masa yang akan datang, dibutuhkan banyak tenaga kerja di sektor otomotif.
Sertifikasi SDM, ujarnya, memiliki peran vital dalam melindungi tenaga kerja industri otomotif nasional di era globalisasi saat ini. Bahkan tidak menutup kemungkinan tenaga-tenaga ahli Indonesia yang telah tersertifikasi, kelak akan berkarir di luar negeri.
Dalam program pengembangan IKM, saat ini IOI sedang menyusun program untuk membina sejumlah industri komponen di Ceper dan Tegal, Jawa Tengah. Melalui peningkatan kapasitas IKM ini, diharapkan produk yang dihasilkan lebih berdaya saing di pasar otomotif nasional.
Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, mengatakan konsep Pendidikan Vokasi pada Politeknik dan Akademi Komunitas di Kawasan Industri dan wilayah pusat pertumbuhan industri (WPPI) sepenuhnya berbasis kompetensi dengan keterlibatan yang intensif dari industri.
“Mulai dari identifikasi program studi, penyusunan kurikulum sesuai kebutuhan industri, praktek kerja dan pemagangan industri, hingga penempatan dengan ikatan kerja pada perusahaan industri. Politeknik dan Akademi Komunitas ini mengadopsi lebih kurang 80-90% konsep pendidikan dual system dari Jerman dengan pembelajaran menggunakan block system.”
Sebagai tahap awal, kata dia, pilot projek ini menunjuk 3 perusahaan dan 20 SMK untuk mendorong meterlibatan industri dan pengembangan SMK. Diantaranya, PT Petrokimia Gresik dengan 7 SMK di Jawa Timur. PT Astra Honda Motor dengan 9 SMK di Tanggerang,Banten dan Sulawesi Selatan dan PT Polytama Propindo dengan 4 SMK di Indramayu dan Cirebon.(fitri)
