9.1 C
New York
27/04/2026
Ekonomi

Walaupun Ekspor Biji Kakao Turun, Konsumsi Masih Rendah

JAKARTA (Pos Sore) – Dirjen Industri Agro, Kementerian Perindustrian,Panggah Susanto menyatakan, dengan adanya hari kakao Indonesia telah mampu mendukung program hilirisasi kakao. Pemberlakuan Bea Keluar biji kakao telah berdampak pada penurunan ekspor biji kakao dari tahun 2013 sebesar 188.420 ton menjadi 63.334 ton pada tahun 2014. Pada tahun 2015 turun lagi menjadi 39.622 ton.

“Dengan mulai meningkatnya sektor hilir kakao, maka perlu diimbangi dengan peningkatan konsumsi kakao di dalam negeri.”

Sebaliknya, volume ekspor produk olahan kakao meningkat dari tahun 2013 sebesar 196.333 ton, naik pada tahun 2014 menjadi 242.080 ton dan pada tahun 2015 mencapai 287.192 ton.

Program hilirisasi industri berbasis kakao telah berhasil menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia dengan membangun pabrik kakao serta mendorong ekspansi kapasitas produksinya, serta dapat menumbuhkan industri cokelat skala kecil dan menengah di beberapa daerah.

“Dengan mulai meningkatnya sektor hilir kakao, maka perlu diimbangi dengan peningkatan konsumsi kakao di dalam negeri,” ungkap Panggah di Kemenperi, Selasa (22/11).

Selain itu, konsumsi kakao masyarakat Indonesia yang saat ini masih relatif rendah, yaitu rata-rata 0,4 kg/kapita/tahun, jauh  lebih rendah bila dibandingkan dengan konsumsi negara-negara Asia seperti Singapura dan Malaysia yang sudah mencapai 1 kg/kapita/tahun.

Peringatan hari kakao Indonesia sudah menjadi tradisi bagi semua stakeholder kakao dan cokelat Indonesia untuk dirayakan setiap tahun sejak tahun 2012. Walaupun diselenggarakan secara sederhana, peringatan hari kakao indonesia tahun ini diharapkan akan tetap menjaga semangat seluruh stakeholder kakao dalam mengembangkan kakao nasional. (fitri)

 

Leave a Comment