08/05/2026
Aktual

Redam Gejolak Harga, Kementan Pasok 10 Ton Cabai Per Hari

img_20161101_101126

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, Kementerian Pertanian setiap harinya memasok sekitar 8 hingga 10 ton cabai untuk mengendalikan gejolak harga di Jakarta.

“Langkah ini kami lakukan untuk memutus rantai pasok hortikultura yang mencapai 8 hingga 9 tingkatan,” tegasnya, didampingi Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono, Selasa (1/11).

Amran menegaskan, panjangnya rantai pasok menjadi salah satu penyebab tingginya disparitas harga cabai dari tingkat petani ke konsumen di Jakarta. Karena itu, pihaknya mencoba mengurangi panjangnya rantai pasok tersebut.

Ia mengungkapkan, sebenarnya harga cabai merah keriting di tingkat petani saat ini hanya sekitar Rp20.000. Harga ini kemudian melonjak hingga mencapai Rp70.000 per kilogram. Padahal, dari sisi pasokan tidak ada masalah dan masih sangat mencukupi. Terlebih Kementan memiliki banyak sentra produksi cabai.

img_20161101_104327

Dirjen Hortikultura Spudnik Sujono menambahkan, untuk membantu memasok cabai ke Jakarta pihaknya bekerja sama dengan Avalis atau Champion. Avalis adalah kelompok yang membawahi sejumlah kelompok tani di sentra produksi cabai.

Menurutnya, Avalis nantinya yang mendistribusikan langsung cabai secara kulakan dari petani ke Bulog, food station dan PPI dengan harga Rp22.000 per kilogram. Sedangkan Bulog bisa menjual cabai ke pasar retail dengan harga sekitar Rp25.000 sehingga harga cabai yang dijual ke masyarakat maksimal Rp28.000 sesuai harga acuan dari Kemendag.

Petani menjual ke avalis atau champion ini lebih murah karena adanya subsidi pemerintah dan bantuan kepada petani binaan avalis. Untuk menekan harga ditjen Hortikultura juga melakukan penjualan melalui toko Tani Indonesia (TTI). Dengan cara ini maka baik petani maupun konsumen sama-sama diuntungkan. (tety)

Leave a Comment