JAKARTA (Pos Sore)—Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM),Kementerian Perindustrian, Gatih Wibawaningsih mengungkapkan, kerajinan tenun akan difokuskan untuk dikembangkan menjadi warisan budaya dunia (world herritadge) setelah batik. Salah satu upaya mengembangkannya dengan menggelar lomba disain tenun dan memperkenalkan hasilnyadi arena Sail Selat Karimata 12-15 Oktober 2016.
“Kenapa tenun? Kita mau kasih tahu dunia bahwa kita punya tenun yang tak kalah bagus dari batik. Kita ingin tenun ini bisa mengangkat budaya Indonesia di mata dunia.Kalau batik,kita tidur saja orang sudah sangat mengenal.”
Agar hasil tenun yang ditampilkan nantinya memiliki kualitas baik,katanya, Kemenperin menyaring melalui lomba disain tenun khas Kalimantan. Pemenang disain inilah yang nantinya diberikan kesempatan memaerkan karya mereka kepada wisatawan mancanegara di Sail Karimata 2016.
“Kenapa tenun? Kita mau kasih tahu dunia bahwa kita punya tenun yang tak kalah bagus dari batik. Kita ingin tenun ini bisa mengangkat budaya Indonesia di mata dunia.Kalau batik,kita tidur saja orang sudah sangat mengenal,” kata Gatih, di Kemenperin, Kamis (13/11).
Dengan dilombakan,kata Gatih para IKM ini akan semakin bergairah menciptakan motif, disain baru sekaligus menumbuhkan keratifitas IKM di daerah. Selain itu, para IKM juga bisa lebih cerdas dan inovatif memanfaatkan bahan baku alami seperti pewarna dari kekayaan alam yang ada.
Ke depan,katanya, pengembangan disain dan promosi tenun ini akan lebih difokuskan menggunakan wahana film animasi dengan alasan keterbatasan dana yang dimiliki instansi ini. “Anggaran kita memang kecil, dan setiap tahun ada pemotongan. Akan tetapi ini tidak mematikan ide kita untuk mengembangkan industrin kecil khususnya tenun. Dengan film animasi, kita bisa lebih fokus mempromosikan disain tenun yang ada di daerah.
Karena,kata Gatih, kerajinan tenun di Indonesia sangat banyak dan kaya. Hingga saat ini terdapat sekitar 368 sentra produksi tenun dari 14.618 unit usaha yang menyerap tak kurang dari 57.972 tenaga kerja.
Hanya saja, katanya, sejauh ini pihaknya sulit menghitung nilai ekspor dari industri tenun ini karena digabungkan dengan industri besar. “Ekspor tenun itu HSnya (harmonisasi sistem) digabungkan jadi sulit diketahui jenisnya.”
Kendati demikian kata Gatih, pihaknya akan terus berupaya maksimal mengembangkan IKM tenun ini mengingat potensinya di masa datang akan semakin besar.
“Makanya, dengan lomba ini kita sosialisasikan ke 4 kabupaten (sintang,Sambas,Kapuas Hulu dan Sekadau.Ke depan lomba semacam ini akan terus kami lakukan untuk menumbuhkan ide dan kreatifitas IKM tenun.”
Selain lomba,nantinya, kata Gatih,pihaknya akan menampilkan produk pememnag di pameran di rangkaian kegiatan Sail Selat Karimata 2016. Di stand yang ada juga akan digelar demo menenun dari pemenang lomba serta pemutana video hasil lomba disain animasi tenun nusantara oleh Kemenperin.
“Saya berharap,lomba ini dapat menjadi kegiatan tahunan yang akan meningkatkan kreatifitas dan keterampilan IKM di tanah air. “ (fitri)
