JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga meyakini masyarakat Indonesia secara turun-temurun memiliki modal jiwa kewirausahaan yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Karena itu, ia optimis untuk bisa kembali menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan masyarakat.
“Untuk itu, diperlukan keterlibatan banyak pihak atau tidak semata pemerintah yang turun tangan. Saya mengapresiasi pihak-pihak yang memiliki komitmen kuat untuk bersama-sama pemerintah menumbuhkan wirausaha baru di kalangan masyarakat,” kata menkop dalam acara Talkshow Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN), di Jakarta, Kamis (6/10)
Ia pun lantas memberikan apresiasi penuh kepada Himpunan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) yang telah membantu program pemerintah mendorong terciptanya lebih banyak wirausaha baru untuk meningkatkan sektor perekonomian.
“Ini menjadi satu langkah maju bagi sektor kewirausahaan, ketika ada sekelompok masyarakat yang seiring mendukung program pemerintah mewujudkan wirausaha baru. Saya percaya semangat kewirausahaan kita terbaik sedunia, sesuai tema kita Getting Spirit of Entrepreneurship,” tandasnya.
Sayangnya, kata dia, hingga kini pertumbuhan entrepreneur Indonesia masih sangat kecil, yakni hanya 1,6 persen dari populasi. Pemerintah menargetkan angka itu bisa didongkrak hingga dua persen.
“Bukan hanya pemerintah, Hal ini menjadi tugas kita semua, tugas para entrepreneur dan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti Himpunan GKN ini yang bergabung untuk menjadi perintis dalam membangun perekonomian Indonesia,” lanjutnya.
Menkop pun menilai kegiatan ini sebagai sinergi antara program pemerintah Jokowi-JK dan para entrepreneur. Hal ini terlihat dari pembangunan sektor infrastuktur yang diperbaiki untuk menghubungkan daerah satu dan yang lain, dan meningkatkan perekonomian di daerah itu.
“Perekonomian itu secara otomatis tumbuh. Itu pasti, jika tidak ada jalan maka kewirausahaan tidak ada,” ujarnya.
Dikatakan, sinergi dari program pemerintah untuk meningkatkan kewirausahaan yang berkualitas diperlukan agar Indonesia mampu bersaing dengan negara lain. (tety)
