08/05/2026
Aktual

Tekan Impor Jagung, GPMT – 29 Kadis Pertanian Provinsi Jalin Kemitraan

JAKARTA (Pos Sore) — Indonesia merupakan lumbung jagung dunia dan menempati peringkat ke-8 dengan kontribusi 2,06% kontribusi jagung dunia. Sentra produksi jagung tersebar di 12 proponsi dan 45 kabupaten.

Sayangnya, kondisi tata niaga jagung masih dirasakan belum efisien karena rantai pasok terlalu panjang. Hasil jagung petani juga sebagian besar (86%) masih dijual ke pedagang. Hal ini mengakibatkan profit marjin yang dinikmati 20,3 juta petani jagung sekitar Rp23 triliun sangat kecil dibandingkan profit marjin yang dinikmati oleh 1700 middleman sebesar Rp41,3 triliun.

“Karenanya, diperlukan intervensi pemerintah menangani tata niaga jagung. Pemerintah mengambil kebijakan untuk membangun pola kemitraan permanen antara petani jagung dengan industri pakan ternak,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman, di Jakarta, Senin (19/9).

Mentan mengatakan hal itu usai menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) dengan 29 Kepala Dinas Pertanian Provinsi, di Kementerian Pertanian. Kemitraan ini dinilai sebagai solusi permanen dalam rangka menyejahterakan petani jagung dan pemenuhan kebutuhan pakan ternak.

Pola kemitraan antara industri pakan ternak dengan petani jagung diwujudkan pada tahap pertama dengan mengembangkan jagung seluas 724 ribu hektar tersebar di 29 provinsi dengan tambahan anggaran Rp1,3 triliun dengan target produksi 3,5 juta ton jagung kering pipil.

“Produksi ini akan diserap oleh GMPT dan pada 2017 tidak diperlukan impor jagung,” tambahnya.

Pemerintah, kata mentan, juga menggenjot produksi jagung sehingga dapat mengendalikan impor serta mendorong ekspor jagung. Untuk kebijakan jangka menengasi dan panjang dengan mendorong investasi pada lahan hutan 500 ribu hektar dan lahan perhutani 2655 ribu hektar.

Mentan juga menaikkan anggara jagung hingga 10 kali lipat. Sebagai informasi, pada 2014 anggaran hanya Rp100 miliar. Pada 2015 naik menjadi Rp1,2 triliun, dan pada 2016 ditingkatkan lagi menjadi Rp2,1 triliun.

Mengingat puncak anen raya jagung terjadi pada Februari – April, maka mentan meminta agar industri pakan ternak menyiapkan saran gudang penyimpanan dan sarana pengering jagung. Bulog bersama Pemda juga diminta membeli jagung petani untuk memperpendek rantai niaga. (tety)

Leave a Comment