JAKARTA (Pos Sore) — Kapten Cpl Andi Undru Mario, S.Sos berhasil menemukan formula untuk memerangi kelangkaan pupuk di tanah air. Meski hanya seorang prajurit TNI AD, ia mampu meracik senyawa kimia. Kemampuannya ini semakin diperkuat dari latar belakangnya sebagai anak tani dari pelosok Sulawesi Selatan.
Pupuk yang diraciknya ini pun diberi nama pupuk Super Tani Indonesia, yang menjawab kelangkaan pupuk yang dialami para petani di wilayahnya dan terbatasnya kemampuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani di Sulawesi Selatatan.
Dari hasil uji-coba sekian tahun baik diberikan secara gratis kepada petani maupun yang bersifat komersial, ternyata dapat meningkatkan produksi tanaman padi dan tanaman lainnya. Selain itu, mengurangi biaya produksi serta meningkatkan hasil perolehan petani secara signifikan.
“Alhamdulillah, kemarin saya dari Jambi bertemu dengan beberapa pejabat pemerintah di sana dan memperkenalkan pupuk Super Tani Indonesia ini. Sambutan mereka sangat luar biasa,” ungkap pensiunan prajurit TNI Angkatan Darat Kodam VII Wirabuana, ini di Jakarta, Sabtu (3/9).
Ia yang kini fokus menggarap PT Super Tani Indonesia ini menambahkan, masyarakat petani, terutama yang bermukim di Kabupaten Bone, Soppeng, Wajo, dan Sidrap, sudah merasakan manfaat serta keunggulan dari pupuk Super Tani Indonesia hasil racikannya.
Tak sedikit kalangan petani di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Gorontalo, juga banyak yang menggunakan produk pupuk tersebut untuk meningkatkan hasil produksi tani mereka.
“Melalui produk pupuk ini, saya terpanggil untuk menciptakan program kemandirian dan ketahanan pangan. Dengan tersedianya kebutuhan pangan, maka rakyat akan sejahtera. Kuncinya adalah menghidupkan lahan persawahan produktif dengan mendukung bangkitnya pertanian di Indonesia,” ujar Andi yang saat masih berkarir di militer dipercaya sebagai ketua sosialisasi program ketahanan pangan yang dicanangkan Markas Besar TNI AD untuk wilayah Sulawesi.
Mantan anggota kesatuan Detasemen Perlengkapan Kendari, Sulawesi Kendari, itu berharap melalui pupuk Super Tani Indonesia pertanian Indonesia bangkit dan berjaya. Terlebih Kementerian Pertanian memasukkan pupuk ini sebagai produksi terbaik kategori pupuk an-organik pada 2009. Pupuk ini pun diklaimnya sudah didistribusikan ke luar daerah, dan diekspor ke berbagai negara.
“Saya juga sering membagikan pupuk ini secara gratis karena melihat sering sekali petani kita kekurangan pupuk. Kadangpula pupuknya datang terlambat. Sebesar apapun usaha yang dilakukan oleh petani, kalau pupuk langka atau lambat, susah juga bagi mereka untuk meningkatkan hasil pertaniannya,” tandas penerima penghargaan dari Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Tahun 2015 sebagai Penemu Pupuk Super Tani, ini.
Andi yang ikut meramaikan calon Bupati Wajo pada Pilkada 2018 ini menambahkan, dirinya siap membangun Wajo dengan mengratiskan pupuk selama 5 tahun jika ia kelak terpilih. (tety)

