13 C
New York
27/04/2026
Ekonomi

Capaian Kandungan Lokal Alat Mesin Pertanian 86 persen

JAKARTA (Pos Sore) – Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE),Kementerian   Perindustrian, Hasbi Assidik Syamsuddin mengungkapkan, produksi industri alat pertanian lokal masih sekitar 30 persen.Sementara, sisanya masih di impor dari luar negeri. Dengan luas areal   pertanian Indonesia mencapai 1,922.570 km persegi mestinya ini   potensi besar bagi  industri alat pertanian bias dimanfaatkan. Hanya saja, harus ada upaya kerjsama dari Asosiasi Mesin dan Alat Pertanian (Alsintani) dengan pihak terkait di kementerian untuk meningkakan teknologinya.

”Potensi hasil produksi alat mesin pertanian kita sudah bagus dan mampu dan tak kalah dari produk impor. Hanya saja,  harus ada kesadaran para pelaku di industri  ini  untuk lebih peduli  dan sadar  menggunakan produk dalam negeri (P3DN).”

Apalagi,katanya, hasil produksi alat dan mesin pertanian lokal lebih kuat basisnya untuk aktifitas penanaman awal hingga akhir  produksi dalam bercocok    tanam  sekaligus meningkatkan  kekuatan pangan nasional.

”Potensi hasil produksi alat mesin pertanian kita sudah bagus dan mampu dan tak kalah dari produk impor. Hanya saja,  harus ada kesadaran para pelaku di industri  ini  untuk lebih peduli  dan sadar  menggunakan produk dalam negeri (P3DN),”ungkap Hasbi di sela Pembukaan pameran Inapalm Asia,Inagrintech,Inagrinchem dan Inaforestech 2016, di Pekan Raya  Jakarta (PRJ), Kamis (25/8).

Karena, kata Hasbi, hasil produksi alat dan mesin pertanian  dengan pencapaian tingkat kandungan lokal   (TKDN) sekitar 40 persen-86 persen, mestinya tidak ada  alasan lagi bagi pemangkukepentingan untuk tidak menngguna alat ini dalam  menggenjot produksi.

Seperti,   traktor tangan, katanya, sudah mencapai TKDN hingga 80 persen dan juga sudah di ekspor ke pelbagai  negara. Kemenperin s ndiri,katanya, terus menggodok dan meluncurkan kebijakan dalam  menggenjot  pengunaan produk lokal   dengan cara terus bekerjasama dengan instansi terkait untuk  meningkatkan teknologinya.

“Kita juga agar mendukung  pembelian dari    pemerintah pusat dan daerah untuk alsintani ini terus ditingkatkan. Di sisi lain, peran pameran alsintani diharapkan akan  semakin menggenjot pertumbuhan industry ini dan terus maju   menembus pasar global.

Ia menyatakan sangat mengapresiasi inisiatif dari pengelola pameran PT Global Expo Management (GEM), yang mengelar pameran kali ini berskala internasinal. Dengan bgeitu, produk alsintansi   lokal akan semakin dikenal di pasar global.

Direktur GEM,Baki Lee, pada kesempatan yang sama menyatakan, pameran ini diharapkan akan semakin memperkuat   daya kelola sector pertanian dalam  menggenjot produki  pangan nasional.    “Dengan luas  areal   pertanian Indonesia mencapai 1,922.570 km persegi,tentunya akan membuka  peluang pengembangan alsintani.”

Indonesia, menurut Baki,sejatinya malah memiliki potensi sangat besar ketimbang Thailand,Vetnam,Philipina maupun Negara-negara  Eropa.Hanya saja, Indonesia masih kalah  dalam bidang teknologi pengembangan industri pertaniannya.Untuk itu, dengan adanya pameran ini akan semakin membuka  mata dan peluang terjadinya pembelian ataupun transfer alsintani  dengan negara lain.

Penggunaan traktor  tangan untuk aktifitas pertanian di Indonesia menurut dia masih minim. Jika di Amerika Serikat  10 ketralahan bisa digarap satu operator mesin tidak halnya dengan Inonesia. Populasi penggunaan 1 unit traktor tangan di Indonesia untuk 400 petani dengan lahan seluas 100 hektar. Artinya,masih banyak lahan yang digarap menggunakan tenaga hewan dan manusia.

Rata-rata teknologi alsintani yang digunakan kata dia, masih sederhana.  Pada  2015,penggunaan alsintani mencapai 23.931 unit Jika ingin menggenjot   produksi 6-20 persen,tentunya semua teknologi harus digunakan dengan metoden dan cara yang benar.

Ätas dasar ini,kami tergerak menjembatani para pelaku usah di  sektor alsintani bias bertemu berbisnis  di pameran yang berskala besar ini yang kita gelar di PRJ ini. Dengan harapan, akan semakin membuka peluang bagi industry terkait di dalam negeri   mendapatkan peluang serta pengembangan  pangan nasional.” (fitri)

 

Leave a Comment