JAKARTA (Pos Sore) — Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Congress of Internal Medicine (WCIM) atau Kongres Dokter Spesialis Penyakit Dalam se-dunia pada 22-25 Agustus 2016 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Kongres ke-33 ini mengangkat tema ‘Internal Medicine Redefined: New Challenges and Opportunities’.
“Indonesia jelas patut berbangga hati dipilih sebagai tempat penyelenggaraan WCIM mengingat ada 62 anggota organisasi dokter spesialis penyakit dalam yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, Wakil Ketua PP Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) periode 2015-2018, di Jakarta, Jumat (19/8).
Menurutnya, untuk dapat dinobatkan menjadi tuan rumah tidaklah mudah. Negara-negara yang ingin menjadi tuan rumah WCIM sangat banyak dan harus bersaing dalam mempromosikan tempat acara dan negaranya agar bisa terpilih.
“Keberhasilan Indonesia menjadi tuang rumah WCIM 2016 adalah atas prakarsa dan upaya dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia,” tambahnya.
Ketua Panitia WCIM 2016 Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD, menjelaskan proses upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah WCIM sudah berlangsung sejak WCIM 2008 di Argentina. Namun, saat itu Indonesia dikalahkan oleh Korea Selatan.
“Di WCIM 2010 PAPDI mencoba lagi dan akhirnya berhasil menobatkan Indonesia, khususnya Bali, menjadi tuan rumah WCIM 2016, mengalahkan saingan utama yang cukup kuat pada saat itu, yaitu Afrika Selatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tujuan kegiatan ini untuk mempromosikan pengetahuan kedokteran penyakit dalam serta kesatuan dokter-dokter spesialis penyakit dalam seluruh dunia untuk terus mengembangkan pendidikan bagi para internis muda.
“Dengan adanya kegiatan ini juga suatu hal yang menguntungkan karena dokter spesialis penyakit dalam tidak harus ke negara tertentu untuk bisa mendapatkan pengetahuan baru mengenai penyakit dalam karena di even ini berkumpul ribuan dokter spesialis penyakit dalam sedunia,” tuturnya.
Dalam kongres selama empat hari itu, agenda difokuskan kepada dokter spesialis penyakit dalam umum. Saat ini, kata dia, kebanyakan dokter mengambil sub-spesialis yang lebih mendetail, sementara orang kalau berobat ada beberapa penyakit.
Ia menjelaskan, akan lebih banyak uang yang dikeluarkan untuk berobat pada dokter spesialis sub-bidang penyakit dalam. Karena itu, dokter penyakit dalam umum tentunya akan membantu dengan mengetahui beberapa hal seputar keluhan pasien, baru kemudian memberi rujukan ke bagian yang lebih spesifik bila membutuhkan perhatian khusus. Selain itu, pasien pun tak perlu bingung memilih dokter karena banyaknya sub-bidang penyakit dalam.
Sekretaris Jenderal PP PAPDI dr. Sally Aman Nasution, SpPD menambahkan, jumlah peserta WCIM kali ini sekitar 2500 orang yang berasal dari 60 negara. Dalam acara pembukaan akan ditampilkan budaya Bali dalam bentuk wayang tarian dan gamelan. Pada acara penutupan, peserta dihibur kembali dengan budaya Bali dan musisi Bali yang telah go international, Balawan dan Batuan Ethnic.
“Panitia mengundang hampir 200 ahli dari berbagai sub bidang penyakit dalam yang berasal dari 21 negara. Panitia juga menerima 700 makalah bebas yang akan dipresentasikan,” katanya. (tety)
