08/05/2026
Aktual

Menkop: Pemerataan Ekonomi Melalui Koperasi

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menegaskan dengan berkoperasi maka bisa memberikan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. ‎Dengan pemerataan ekonomi tersebut mampu memperkokoh NKRI.

“Sudah jelas tergambar dalam UUD 1945 yang menyebutkan ekonomi disusun atas asas kekeluargaan, yang mana hal itu tergambar dalam koperasi,” kata Menkop pada pembukaan acara Asean-International Cooperative Summit and Trade Expo 2016 dalam rangka Hari Koperasi Nasional ke-69 se-Jawa Barat, di Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/8).

Menurut Puspayoga, bila pertumbuhan ekonomi meningkat, namun tidak merata, maka berarti ada yang salah dengan pertumbuhan tersebut. Ini menandakan koperasi tidak mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan daerah.

“Saat ini, fokus pemerintah ada pada empat sektor. Yaitu, infrastruktur, pariwisata, maritim, dan energi. Dengan empat fokus tersebut, koperasi bisa mengikuti untuk berkembang. Di situ akan tercipta pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut menkop, pihaknya sudah menggulirkan program reformasi total koperasi. Di antaranya, pertama, rehabilitasi koperasi melalui pembaharuan database koperasi di Indonesia. Dari 200 ribu lebih jumlah koperasi yang ada, ada sekitar 62 ribu koperasi yang tidak aktif dan sudah dikeluarkan dari database.

“Koperasi yang aktif juga akan terus kita dorong untuk melakukan Rapat anggota tahunan (RAT). Bahkan, sekarang RAT bisa dilakukan secara sistem online‎,” tambahnya.

Kedua, reorientasi koperasi, dimana saat ini lebih mementingkan kualitas koperasi ketimbang jumlah koperasi. “Lebih baik jumlah koperasinya sedikit tapi berkualitas. Yang wajib banyak itu ya jumlah anggotanya. Makin banyak jumlah anggota, maka makin berkualitas koperasi tersebut. Koperasi harus hidup dan berkualitas agar bisa menghidupkan masyarakat,” tegasnya.

Yang ketiga adalah pengembangan koperasi, dengan memperkuat koperasi dari sisi kelembagaan. “Harus ada terus pelatihan-pelatihan di daerah untuk memperkuat kelembagaan koperasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak masyarakat untuk mengubah paradigma berpikir masyarakat terkait koperasi. Menurutnya, koperasi jalan terbaik untuk mengecilkan angka kesenjangan di masyarakat.

“Harus diakui, saat ini masyarakat belum sepenuhnya mengacu pada ekonomi koperasi, tapi masih pada ekonomi liberal,” tandas gubernur yang akrab disapa Aher itu.

Aher menambahkan, lewat momentum Harkopnas harus melakukan evaluasi perjalanan perekonomian nasional. Berdasarkan kajian Bank Dunia disebutkan satu persen penduduk Indonesia mampu menguasasi lebih dari separoh aset nasional. “Ini berbahaya bagi masa depan negeri ini. Kondisi itu bisa dipecahkan hanya dengan berkoperasi,” ujarnya.

Aher mencontohkan, ada satu juta hektar perkebunan di suatu daerah yang hanya dimiliki oleh satu orang. Namun, akan lebih bermakna bila satu juta hektar itu dimiliki banyak orang melalui koperasi.

“Koperasi itu bukan urusan kecil. Akan memiliki skala besar bila jumlah anggotanya besar. Koperasi itu uangnya memang kecil, tapi akan besar bila jumlah anggotanya banyak. Nah, tugas kita semua untuk meyakinkan masyarakat akan pentingnya berkoperasi,” katanya. (tety)

Leave a Comment