07/05/2026
Aktual

Indonesia Tuan Rumah The 4th Asian SME Conference pada 13-17 September 2016

JAKARTA (Pos Sore) – Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan the 4th Asian SME Conference pada 13-17 September 2016 di the Kasablangka, Kota Kasablangka Mall, Jakarta.

Dalam konferensi ini, Indonesia akan mengangkat beberapa isu yang berkaitan dengan bagaimana agar UKM, khususnya wirausaha pemula, bisa bertahan menghadapi globalisasi, khususnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Indonesia berharap agar UKM bisa bertahan dan berkembang dalam kerangka MEA. Produk yang bagus, layanan yang baik, dan yang lainnya belumlah cukup bisa bertahan dalam menghadapi MEA,” tandas Menteri Koperasi dan UKM, Puspayoga, di Jakarta, kemarin.

Karenanya, dalam konferensi ini akan dibahas faktor-faktor yang harus dipahami oleh UKM agar bisa bertahan. Di antarana, bagaimana wirausaha pemula bisa mempertahankan mentalitas ketika mereka berkembang menjadi besar.

Mentalitas ini, sambung menkop, menyangkut kewirausahaan yang ditunjukkan lewat managemen bagaimana mempertahankan tingkat ptoduktivitas tetap tinggi dan tentunya juga bagaimana menjamin tingkat kreativitas yang kuat.

“Jadi, dalam konferensi ini akan difokuskan untuk membahas isu-isu yang berkaitan dengan konteks ekonomi sesuai dengan strata ekonomi, yaitu factor, efficiency, innovation-driven economy,” jelasnya.

President Asian Council for Small Business (ACSB) Hermawan Kartajaya, menambahkan, beberapa pembicara terkenal dunia yang sudah berjanji akan menghadiri konferensi ini. Di antaranya, Prof. Luca dari Italia (President International Council for Small Business (ICSB) yang baru), Prof. Ki-Chan Kim dari Korea (mantan President ICSB), dan Ciputra sebagai salah satu keynote speaker.

“Beberapa pembicara dari luar negeri lainnya seperti Amerika Serikat, Malasysia, filipina, dan Singapura juga dijadwalkan menghadiri konferensi yang dihadiri oleh lebih dari 400 orang peserta dan 100 orang di antaranya anggota ICSB seluruh dunia,” sebut Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM itu.

Indonesia sendiri pada tahun ini telah resmi mejadi anggota ICSB. Ini adalah lembaga nirlaba yang memberikan perhatian untuk pengembangan UKM di dunia yang berdiri pada 1956 dan berkedudukan di George Washington.

Sebagai anggota ICSB, Indonesia berusaha berperan dalam memajukan UKM di Indonesia, dan juga dunia. Konferensi tersebut menjadi langkah awal Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia kepedulian Indonesia terhadap memajukan UKM.

Hermawan sendiri sebelumnya menjabat sebagai Presiden ICSB (International Council for Small Business) Indonesia. “Setelah berjuang selama tiga tahun, akhirnya ICSB Indonesia diakui secara resmi sebagai anggota ICSB,” katanya.

Begitu diakui keanggotaannya, maka Hermawan yang menjabat sebagai Presiden ICSB Indonesia didaulat menjadi Presiden tingkat Asia atau ACSB. Rencananya, pelantikan Hermawan sebagai Presiden ACSB akan dilakukan pada 13 September 2016 bersamaan dengan acara Welcoming Dinner dalam ASIA SME Conference ke-4 di Galeri Indonesia WOW/SMESCO-RumahKU bersama Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga. (tety)

Leave a Comment