7.7 C
New York
27/04/2026
Ekonomi

Kebijakan Tax Amnesty Bakal Dongkrak Pertumbuhan Industri Manufaktur

JAKARTA (Pos Sore) – Menteri Perindustrian Saleh Husin mengungkapkan, kebijakan pemberian tax amnesty diharapkan mampu membuka peluang usaha lebih besar kepada sektor industri. Apalagi dengan target pemerintah melalui kebijakan ini bisa menciptakan pendapatan hingga Rp167 triliun akan merangsang  dan mendongkrak pertumbuhan industri di dalam negeri.

“Nanti dana tersebut harapan kita ada yang masuk ke pengembangan industri manufaktur yang akan meningkatkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja cukup besar,”ungkap Saleh usai halal bihalal di Kementerian Perindustrian Rabu (13/7).

Ketika ditanya rekomendasi untuk jenis industri manufaktur yang berpotensi menyerap dana dari tax amnesty, kata Husin, itu telah ada didalam RIPIN (Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional). Di dalam RIPIN terdapat 10 industri prioritas yang akan dikembangkan hingga 2019.

“Nah ini yang akan kita dorong, yang mana nanti dengan si pelaku usahanya masuk mana. Tapi kelompok 10 prioritas itu yang akan kita kembangkan. Misalnya, industri mamin atau industri yang hulu dalam hal ini industri baja, industri farmasi, petrokimia, atau juga industri lainnya. Ini yang memang harus kita kembangkan.”

Termasuk,kata Saleh, industri  CPO (Crude Palm Oil) dengan turunannya.Begitu juuga industri pulp and paper, yang memang kedepannya diinginkan menduduki posisi ke-3.Saat ini posisinya masih nomor 5 di dunia.

“Dengan devisa cukup besar yang kita dapat dari situ. Misalnya CPO dan turunannya bisa mendapatkan devisa hingga US$19 miliar pada 2015 dengan jumlah tenaga kerja yang diserap mencapai 6 juta. Pulp and paper menyerap devisa mecapai US$5,7 miliar dengan jumlah tenaga kerja mencapai 2,1 juta. Termasuk industri lainnya, misalnya TPT yang menyerap tenaga kerja cukup besar.”

Saat ini,katanya, pemerintah telah mengeluarkan berbagai macam paket kebijakan tentu dari paket tersebut tujuannya bagaimana kita dapat membuat orang untuk berusaha di Indonesia menjadi lebih mudah, efisien, dan akhirnya mempunyai daya saing yang kuat.

Ini yang terus kita koordinasi. Termasuk kami rakor di Kantor Kemenko Perekonomian dalam rangka ada beberapa BUMN yang akan melakukan right issue, salah satu adalah yang terkait dengan industri misalnya KS.”

Dalam rakor ini, ia menyampaikan dari right issue nanti ataupun tax amnesty bisa digunakan untuk berbagai macam‎ proyek. “Nah yang saya himbau adalah, dalam rangka untuk membangun infrasturktur, jalan tol, pembangunan pabrik lainnya tentu harapan saya mereka menggunakan bahan-bahan yang diproduksi dalam negeri.”

Seperti, baja, semen, nantinya akan terus dikembangkan agar industri di dalam negeri terus tumbuh. Dengan pertumbuhan yang terus terjadi,katanya, ia berharap target pertumbuhan industri 2016  bisa mencapai sekitar 5,7%.

“Kami masih optimis target itu akan tercapai walaupun kita tau bahwa pertumbuhan ekonomi memang masih belum pulih sepenuhnya. Ekonomi global yang masih belum baik, tentu bagaimana kita dapat mendorong agar konsumsi di dalam negeri akan lebih baik. Dengan demikian akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi sendiri.(fitri)

 

Leave a Comment