JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga berbagi pengalaman tentang cara Pemerintah Indonesia dalam memberdayakan UKM dalam forum International Council for Small Business (ICSB) di New York, Amerika Serikat (AS).
Menkop mengatakan mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman terkait pengembangan UKM di Indonesia dalam kesempatan Ministerial Round Table Meeting.
“Pada kesempatan itu saya menyampaikan jumlah UKM di Indonesia yang mencapai 57 juta unit atau 99,9 persen dari total pelaku usaha. Kontribusi mereka mencapai 58 persen pada PDB dan 97,3 persen menyerap tenaga kerja,” katanya.
Ia juga memaparkan sebagian besar pelaku UKM menjalankan usaha skala mikro dan kecil yang mayoritas terkendala dalam produktivitas, sulit mengakses pasar dan akses terbatas pada sumber keuangan terutama institusi perbankan.
Namun, kata dia, UKM memegang peran yang sangat penting di Indonesia bukan hanya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi tapi juga dalam menciptakan lapangan kerja sehingga pemerintah memberikan perhatian serius terhadap UKM.
“Kami memiliki pengalaman bagus selama krisis ekonomi pada 1997-1998. Selama periode itu pertumbuhan ekonomi minus 13,6 persen. Berkat UKM cepat atau lambat pertumbuhan ekonomi naik empat persen hanya dalam waktu dua tahun,” katanya.
Maka berbekal pengalaman tersebut, Pemerintah Indonesia sangat memperhitungkan peran UKM hingga memberikan perhatian lebih untuk memberdayakan UKM. Pemerintah Indonesia tidak hanya mengembangkan UKM tapi juga meningkatkan daya saing mereka dalam menghadapi era keterbukaan.
“Pemerintah Indonesia mengembangkan program dan kebijakan yang fokus pada debirokrasi dan deregulasi agar iklim usaha semakin kondusif. Melalui kebijakan itu diharapkan mampu meningkatkan level kemudahan berusaha di Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan itu ia menyampaikan undangan pada investor untuk berinvestasi di Indonesia. Beberapa sektor yang sangat prospektif di Indonesia di antaranya infrastruktur, energi, pariwisata, dan kemaritiman.
“Untuk mendorong perkembangan UKM, program yang dikembangkan pemerintah yakni pengembangan klaster industri termasuk One-Village One-Product (OVOP); pengembangan kewirausahaan yang fokus pada UKM inovatif, dan promosi ke pasar global,” kata Puspayoga.
Dari seluruh program itu, Menteri Puspayoga menekankan kewirausahaan sebagai hal yang paling genting terutama untuk mendorong UKM semakin inovatif dan juga fokus pada isu ramah lingkungan.
Pemerintah Indonesia juga “concern” dalam menyediakan dukungan pembiayaan kepada UKM agar usahanya semakin berkembang.
“Kami menyediakan skema pembiayaan dengan bunga yang sangat murah yakni 0,2 persen perbulan,” katanya.
Menteri Puspayoga pada kesempatan itu mengajak para menteri UKM anggota ICSB untuk bekerja bersama mendorong perkembangan UKM agar semakin kuat dan berdaya saing.
Menteri Puspayoga hadir dalam ajang ICSB salah satunya untuk menerima penghargaan terkait pemberdayaan UKM yang akan diserahkan di markas PBB New York, Amerika Serikat bersamaan pada ICSB Conference yang diselenggarakan 14 – 17 Juni 2016.
ICSB merupakan organisasi nirlaba yang berdiri pada 1956 dan kini beranggotakan 80 negara bertujuan untuk memberikan edukasi manajemen soal wirausaha dan bisnis skala kecil. (tety)


