JAKARTA (Pos Sore) — Rumah Sakit Siloam Asri berhasil melakukan tindakan bedah terhadap Hermanus, pasien pengidap filariasis (penyakit kaki gajah) dan scrotum (pembengkakan pada kelamin). Butuh waktu sekitar 3 jam membebaskan guru di Papua ini dari dua penyakit yang diidapnya selama 10 tahun terakhir ini. Operasinya sendiri dilakukan pada 24 Mei 2016.
“Setelah menemukan titik penyebab filariasis atau penyebab pembengkakan di kedua kaki serta analisis akan scrotum, pelaksanaan operasi untuk mengangkat kedua penyakit cukup dibutuhkan waktu selama tiga jam. Dukungan alat dan sistem teknologi sangat membantu kami untuk menghilangkan derita pasien,” papar Kepala Tim Bedah RS Siloam Asri dr. Arry Rodjani, Sp.U. (K), di Jakarta, Rabu (8/6).
Rumah sakit ini memang dipilih karena memiliki kelengkapan teknologi dan kompetensi dari tim bedah. Pasien berusia 55 tahun itu sebelumnya diterbangkan langsung untuk menjalani tindakan bedah di rumah sakit yang berlokasi di Jalan Raya Duren Tiga, Jakarta Selatan, itu.
Arry Rodjani menambahkan, tindakan bedah Hermanus sempat mengalami pendarahan. Namun dapat ditanggulangi karena dukungan teknologi yang telah disediakan pihak RS Siloam Asri.
“Ada pendarahan dan itu normal karena kita melakukan pembedahan untuk menghilangkan penyebab penyakit. Teknologi alat sangat membantu proses tindakan operasi. Misalnya adanya alat gunting yang sekaligus berfungsi sebagai menutup luka dengan proses pembakaran,” lanjutnya.
Adapun dalam proses tindakan bedah, Arry Rodjani dibantu dua dokter ahli, yaitu dr. Ponco Birowo, SpU(K), PhD dan dr. Lidia Nangoi, SpAn.
Pascaoperasi, Hermanus dinyatakan sehat dan telah terbebas dari kedua penyakit tersebut. Ia sempat dirawat selama sepekan di RS Siloam Asri, dan kini telah kembali ke Papua guna menjalankan aktivitasnya sebagai guru. (tety)
