02/05/2026
Aktual

5 Menteri Hadiri Fun Walk for Wonderful Toba

WONDERFUL TOBA5

JAKARTA (Pos Sore) — Puluhan ribu warga masyarakat mengikuti Fun Walk for Wonderful Toba yang dibuka oleh Menko Kemaritiman Rizal Ramli. Program ini dipadu dengan hiburan musik seni dan adat batak dengan menampilkan alat seni tradisional Gondang dan tarian Tortor.

Kegiatan jalan santai yang diprakarsai Komunitas H3 (Horas, Halak, Hita) ini dimulai dari Monas menuju Bundaran Hotel Indonesia dan berakhir di Silang Monas.

Hadiri dalam kesempatan ini, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong.

Fun Walk for Wonderful Toba adalah program H3 sebagai ajang promosi Wonderful Toba yang dikemas dalam bentuk Jalan Santai dan ditujukan untuk menjalin tali silahturahmi serta meningkatkan kesehatan generasi muda Jakarta.

Tuahta Aloy Saragih, Ketua Panitia Fun Walk for Wonderful Toba, mengatakan, acara ini bagian dari cara warga Sumut, khususnya warga Batak, untuk ikut membantu program pemerintah.

“Pemerintah Jokowi-JK sudah merencanakan program yang sangat bagus, yaitu menjadikan Danau Toba sebagai salah satu tujuan wisata Indonesia. Karena itu, warga Sumut juga harus ikut membantu pemerintah,” katanya, di sela kegiatan itu, di silang Monas, Minggu (15/5).

Diharapkan, dari kegiatan ini dapat meningkatkan wisatawan sehingga pada hari lebaran atau tahun baru akan ada 1 juta orang Batak yang pulang kampung dan bisa menghidupkan ekonomi daerah.

“Warga Sumut pun di saat yang sama harus bisa meningkatkan pelayanan kepada wisatawan. Kita pun berharap industri kreatif bisa berkembang,” ujarnya.

Event fun walk ini begian dari Program promosi Toba International Detour (TID). Kegiatan lain yang akan dilakukan yaitu Greatest Caldera Ride (program touring kendaraan motor gede dan scooter melintasi Sibolga – Parapat – Medan), Toba Granfondo (program touring sepeda jarak panjang dengan jarak tempuh total + 2.500 km), dan Toba In Harmony (program budaya etnis batak).

Ada banyak cara mempromosikan Danau Toba, seperti Landscape Scenery (menjual keindahan panorama alam kawasan wisata kepada wisatawan), Geological Heritage (membuat Program Edu-tourism berbasiskan ilmu pengetahuan kepada peneliti, pelajar dan mahasiswa) serta Cultural Heritage (membuat program Cultural Tourism bagi wisatawan baik asing maupun local yang tertarik dengan budaya lokal).

Arahan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Pariwisata pada bulan Nopember 2015, dengan sangat jelas menginstruksikan Kementrian Pariwisata beserta Kementrian Terkait agar fokus mengembangkan 10 destinasi pariwisata prioritas.

Salah satunya adalah Kawasan Destinasi Pariwisata Prioritas Toba dan sekitarnya dengan daerah tujuan wisata antara lain Danau Toba, Parapat, Pulau Samosir, Tomok, Tuk-tuk, Ambarita, Simanindo dan Pangururan.

Melalui pembangunan kepariwisataan, Presiden berharap dengan kemajuan di 10 destinasi wisata nasional maka pertumbuhan ekonomi bisa meningkat, penyerapan tenaga kerja meningkat, angka kemiskinan menurun, serta dapat menekan tingkat inflasi dan gini ratio (kesenjangan pendapatan) di kawasan pariwisata. (tety)

Leave a Comment