06/05/2026
AktualGaya Hidup

Konsumsi Buah dan Sayur Dapat Tingkatkan Fungsi Imun Tubuh

JAKARTA (Pos Sore) — Buah dan sayur komponen penting bagi kesehatan. Konsumsi yang kurang dapat meningkatkan resiko dari berbagai penyakit tidak menular. Karenanya, WHO merekomendasikan minimal 400 gram asupan buah dan sayur per orang per hari.

Sayangnya, fakta menunjukkan Indonesia termasuk negara dengan penduduk yang kurang mengonsumsi buah dan sayur. Berdasarkan Riskesdas 2013 sebanyak 93,5% penduduk usia 10 tahun ke atas memiliki perilaku konsumsi kurang sayur dan buah.

Tingkat konsumsi buah dan sayuran per kapita hanya sebesar 34,55 kg/tahun dan 40,35 kg/tahun. Jauh di bawah rekomendasi FAO sebesar 73 kg/kapita/tahun. Sementara Permenkes No 41 tahun 2014 tentang Penerapan Gizi Seimvang merekomendasikan konsumsi buah dan sayur mencakup 50% dari satu kali porsi makan.

“Buah dan sayur mengandung berbagai kebaikan seperti vitamin, mineral, dan erat kaitannya untuk daya tahan tubuh, pertumbuhan, serta bermanfaat untuk kesehatan pencernaan,” kata Dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A(K), Konsultan Gastrohepatologi RS Awal Bros Evasari Jakarta, Rabu (11/5).

Dalam peluncuran Program Edukasi Kebiasaan Makan Sehat yang diadakan Sarihusada, Dr. Frieda menambahkan, pemberian buah dan sayur pada anak sejak usia dini akan mendukung pemenuhan gizi seimbang bagi optimalisasi tumbuh kembang anak.

Tak hanya itu, juga membentuk pola makan sehat yang akan berlanjut hingga usai dewasa. Karena buah dan sayur antara lain mengandung vitamin seperti A, C, dan E yang baik untuk kesehatan mata dan kulit, serta menjaga daya tahan tubuh.

Buah dan sayur juga mengandung mineral seperti Kalsium, Magnesium, dan Fosfor yang berfungsi menjaga kekuatan tulang dan gigi. Sementara itu, zat besi, vitanim B, dan asam folat untuk mencegah anemia.

Selain itu, buah dan sayur kaya akan serat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Asupan sayur dan buah sejak dini memberikan manfaat kesehatan pencernaan yang memadai untuk anak demi meningkatkan daya serap terhadap nutrisi dan fungsi daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit di masa mendatang.

Ia menambahkan, Permenkes No. 41 tahun 2014 merekomendasikan pemberian buah dan sayur dimulai sejak anak berusia 6 bulan. Ini untuk memenuhi kebutuhan berbagai zat gizi yang meningkat dan tidak lagi dapat dipenuhi hanya dari ASI saja.

Pola pemberian makanan secara seimbang pada usia dini juga akan berpengaruh pada selera makan anak selanjutnya. Pengenalan makanan yang beraneka ragam pada periode 6-24 bulan ini menjadi sangat penting karena anak mulai mengenal beragam rasa. (tety)

Leave a Comment