06/05/2026
Aktual

WHO: 750 Juta Penduduk Dunia Alami Gangguan Tiroid

JAKARTA (Pos Sore) — World Health Organization (WHO) baru-baru ini memperkirakan sekitar 750 juta penduduk dunia mengalami gangguan tiroid, bahkan bisa melebihi prevalensi diabetes nantinya.

Indonesia sendiri menduduki peringkat tertinggi di Asia Tenggara dalam gangguan tiroid, yang mempengaruhi lebih dari 1,7 juta orang menurut hasil survei terbaru IMS Health.

Karena itu, penegakan diagnosis dan tata laksana dini sangat menentukan prognosis penderitanya. Penatalaksanaan penyakit tiroid yang tepat didasarkan pada diagnosis yang akurat dari gambaran klinis, riwayat pasien, pemeriksaan fisik mengenai perubahan anatomi pada kelenjar tiroid, dan interpretasi hasil tes laboratorium.

“Kelenjar tiroid memiliki fungsi yang penting, yaitu sebagai pengendali utama metabolisme tubuh sehingga berperan penting dalam kesehatan tubuh seseorang,” tegas DR. Dr. Dyah Purnamasari, Sp. PD-KEMD dalam seminar bertema ‘Good Doctor For the Great Family – Seminar on Managing Thyroid Disorders’, yang diadakan Laboratorium Klinik Prodia, di Jakarta, kemarin.

Namun, karena masih minimnya pengetahuan dan belum menjadi perhatian khusus bagi masyarakat, menyebabkan banyak orang yang tidak menyadari datangnya gangguan yang bisa terjadi pada kelenjar tiroid ini yang jika dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi kronis.

“Tanpa penanganan yang tepat, gangguan kelenjar tiroid bisa berakibat fatal terhadap kesehatan bahkan bukan tidak mungkin gangguan tiroid bisa menyebabkan kematian,” tandasnya.

Dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD-KEMD menambahkan, pemahaman pemeriksaan fungsi tiroid adalah berdasarkan apa yang diukur dalam suatu tes, kemampuannya dan faktor lain yang mempengaruhinya.

Adanya perkembangan yang sangat pesat dalam teknologi pemeriksaan laboratorium, seperti peningkatan sensitivitas dan spesifisitas metodologi pemeriksaan, menjadikan pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk diagnosis, terapi dan pemantauan penyakit tiroid. (tety)

Leave a Comment