02/05/2026
Aktual

‘Samba Itam’ Sulit Air Rasanya Maknyus

SOLOK (Possore) — Masyarakat Kanagarian Sulik Air, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Sabtu (30/4), mendapat penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (MURI). Penghargaan diraih setelah masyarakat Sulit Air mengikuti lomba masak massal membuat ‘Samba Itam’.

Samba Itam sendiri masakan khas Nagari Sulit Air. Berwarna hitam tapi rasannya “maknyus”. Beda dengan sambal-sambal umumnya yang ada di Indonesia. Samba Itam Sulit Air ini hampir sama dengan masakan gulai yang bersantan dan dimasak bersama sayur serta ikan maupun daging, sesuai selera masing-masing. Disebut Samba Itam (laur hitam) lantaran dicampur dengan bunga pohon Galundi yang hanya ada di Sulit Air.

Menurut cerita masyarakat Sukit Air awalnya masakan itu ada karena masyarakat Sulit Air terisolir dari Kerajaan Pagaruyung. Masyarakat yang sejarahnya pernah melakukan kudeta dibuang ke Nagari yang disebut Sulit Air tersebut.

Masakan itu tercipta karena sulitnya bahan baku, sehingga mereka bertemu pohon Galundi dan ternyata dapat dijadikan bahan makanan untuk dimakan. Sampai sekarang menjadi khas yang satu-satunya didunia.

Pemda Solok dan Nagari Sulit Air membuat acara masakan Samba Itam dalam rangka menyambut hari jadi Nagari Sulit Air ke-195 tahun dan bersamaan dengan acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Ini pertama kali Nagari yang jaraknya lebih kurang 100 Km dari ibukota Sumatera Barat, Padang didatangi oleh Pimpinan MPR RI, Oesman Sapta Odang (OSO) dan Sekjen MPR RI.

Rekor Muri untuk masakan Samba Itam sebanyak 670 tungku itu sendiri diberikan diserahkan oleh perwakilan Rekor Muri Indonesia. (Bambang Tri P)

Leave a Comment