17.3 C
New York
07/05/2026
Aktual

Indonesia Usulkan UKM Berbasis Budaya dan Kreativitas

JAKARTA (Pos Sore) — Indonesia mengusulkan pengembangan inisiatif baru dalam pemberdayaan UKM di kawasan APEC, yaitu melalui upaya pengembangan industri UKM berbasis budaya dan kreativitas.

Usul tersebut disampaikan mengingat sebagian anggota APEC seperti Indonesia, Papua Nugini, Peru dan Vietnam serta beberapa negara APEC lainnya sangat kaya dengan warisan budaya.

“Dengan mengangkat warisan budaya lewat industri kreatif akan menjadikan sebagai sumberdaya saing bagi UKM khususnya bagi anggota ekonomi seperti Indonesia dalam menghadapi keterbukaan APEC yang akan berlaku penuh pada 2020,” ujar Meliadi Sembiring, Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan Kelompok Kerja UKM APEC ke 42 (the 42th APEC SMEWG Meeting), di Ho Chi Minh City, 27-28 April 2016.

Menurut Meliadi yang juga Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop dan UKM itu, mengangkat unsur budaya dan kreativitas sebagai sumber daya saing bagi UKM dimaksudkan agar UKM dari sebagian anggota ekonomi APEC yang sedang berkembang, dapat mengimbangi kemajuan UKM dari sebagian anggota ekonomi APEC yang telah maju yang umumnya berbasis teknologi.

Meliadi Sembiring menegaskan, ada 4 prioritas dalam rencana ini. Pertama, pengembangan kewirausahaan, inovasi dan pengembangan UKM berbasis ekonomi digital. Kedua, pembiayan dan pengembangan kapasitas UKM. Ketiga, pengembangan lingkungan bisnis yang bersifat inklusif yang mendorong pengembangan UKM. Kempat, penembangan akses pasar bagi UKM dalam rangka memfasilitasi UKM melakukan perdagangan di kawasan APEC.

Sementara itu, Hasan Jauhari, staf ahli Menkop dan UKM mengatakan, UKM Indonesia pun harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi (IT) dalam kerjasaa ekonomi negara kawasan APEC ini. UKM bisa dengan mudah melakukan bisnis lintas ekonomi/negara di kawasan APEC. Sebagai contoh, saat ini cukup besar peluang bagi UKM Pemula (start-up) yang sudah mengembangkan aplikasi IT berbasis smartphone.

Di antaranya adalah, Triip.me, pebisnis pemula dari Vietnam yang mengembangkan aplikasi jejaring pemandu wisata dunia. Lalau, EZTABLE pebisnis pemula dari Taiwan yang mengembangkan aplikasi pencarian restoran dan reservasi di seluruh dunia. Lalu ada GRESMEX, pebisnis pemula dari Mexico yang mengembangkan aplikasi edutaiment.

“Dukungan diperlukan agara UKM berbasis IT dapat berkembang, misalnya dengan peningkatan kecepatan internet, penurunan biaya penyewaan hosting dan kemudahan mendapatkan perlindungan HAKI,” kata Hasan Jauhari.

Pada pertemuan Kelompok Kerja UKM APEC ke 42 kali ini, dibahas antara lain rencana strategis pengembangan UKM APEC 2017-2020, dengan visi menjadikan KK UKM APEC sebagai forum mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkesinambungan bagi UKM serta memastikan kesiapan UKM menghadapai tantangan abad ke 21.

Pertemuan KK UKM APEC selanjutnya (ke 43) akan diadakan di Lima Peru pada 7-8 September 2016, setelahnya dilangsungkan pula pertemuan Menteri UKM APEC ke 23 (the 23rd SME Ministers’Meeting) pada 9 September di tempat yang sama.(tety)

Leave a Comment