JAKARTA (Pos Sore) — Setiap anak memiliki beragam kecerdasan. Itu sebabnya, nutrisi diperlukan untuk bisa tumbuh sehat dan cerdas, sementara stimulasi diperlukan, agar potensi yang dimiliki anak dapat berkembang optimal.
Ketua Program Studi Psikologi Terapan, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dr. Rose Mini A. Prianto, M.Psi, menegaskan, proses stimulasi perlu diberikan orangtua sedini mungkin, sehingga setiap kecerdasan dapat tampil optimal. Agar efektif, dalam pemberian stimulasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti gaya belajar, pola asuh orangtua, dan kecerdasan emosi.
Ia menjelaskan, gaya belajar adalah cara individu menyerap informasi dari lingkungannya. Bisa dengan medium visual (melalui indera penglihatan), auditori (melalui indera pendengaran) dan atau kinestetik (melalui indera peraba).
“Baik orangtua maupun anak, pada dasarnya menguasai ketiga medium tersebut, namun ada yang cenderung lebih dominan. Karena itu, agar stimulasi diterima secara optimal, ada baiknya orangtua menyesuaikan metode dan gaya belajar yang digunakan dengan gaya belajar anak,” kata Presiden Direktur ESSA Consulting, ini dalam dalam Media Edukasi Morinaga bertajuk ‘Siap Cerdaskan Bangsa’, di Kalcare Lotte Mart Avenue, Jakarta, Jumat (22/4).
Sedangkan pola asuh orangtua merupakan gaya pengasuhan yang diterapkan dan bersifat relatif konsisten dari waktu ke waktu. Ada 4 jenis pola asuh yang biasa diterapkan, yakni authoritarian (otoriter), uninvolved (tidak terlibat), indulgent (permisif) dan otoritatif (demokratis).
”Pola asuh dinyatakan efektif, manakala orangtua dapat menerapkannya pada situasi dan kondisi yang tepat, termasuk dalam proses stimulasi terhadap kecerdasan majemuk anak,” ujarnya.
Sementara itu, kecerdasan emosi adalah kemampuan individu untuk memahami perasaan diri sendiri, maupun orang lain, dan dapat menggunakan pemahaman tersebut untuk mengarahkan pikiran dan tindakan.
Kecerdasan emosi ini meliputi 5 aspek yaitu mengenal emosi diri, mengendalikannya, mengenal emosi orang lain (empati), kemampuan memotivasi diri, serta kemampuan membina relasi dengan orang lain. Dengan terasahnya kecerdasan emosi, maka stimulasi yang diberikan akan mudah diterima dan dicerna anak secara kognitif.
”Dengan mempertimbangkan ketiga hal ini, diharapkan para orangtua selaku pemberi stimulasi dapat melakukan observasi terhadap kondisi diri dan anaknya, serta melakukan sinkronisasi agar proses stimulasi dapat berlangsung lebih cepat,” tandasnya.
Idealnya, kata Rose Mini, orangtua juga perlu melakukan pemetaan perkembangan atau identifikasi kecerdasan majemuk anaknya terlebih dulu. Tujuannya, untuk mengetahui kecerdasan apa saja yang sudah berkembang dan menonjol dalam diri anak, serta kecerdasan apa yang belum berkembang dan masih perlu diasah lagi agar lebih optimal.
”Observasi ini dapat dilakukan dengan mengamati perilaku keseharian anak, termasuk lewat minat dan aktivitas kegemaran anak,” jelasnya.
Dalam membantu proses stimulasi kecerdasan majemuk si kecil sejak dini, Morinaga memiliki modul digital Multiple Intelligence PlayPlan atau MI PlayPlan, yang diluncurkan pada 2015. Modul Multiple Intelligence PlayPlan atau MI PlayPlan persembahan Morinaga, merupakan modul digital untuk mengidentifikasi kecerdasan majemuk si kecil dengan berbagai pilihan aktivitas stimulasi, yang bisa di akses di www.morinagamiplayplan.com.
“Modul ini diharapkan bisa membantu Bunda, dalam mengenali kecerdasan Si Kecil dan memberikan stimulasi yang tepat,” tambah Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition for Kids, Kalbe Nutritionals.
Selain dalam bentuk modul digital, Morinaga juga memfasilitasi stimulasi kecerdasan si kecil melalui aktivitas Multiple Intelligence Experience Dunia Generasi Platinum Morinaga yang merupakan arena Bermain, Bereksplorasi dan Berbagi.
Kegiatan Multiple Intelligence Experience tahunan, Dunia Generasi Platinum Morinaga yang berisi berbagai aktivitas stimulasi, merupakan bentuk kontribusi, peran serta komitmen Morinaga dalam membentuk Anak Generasi Platinum yang Multitalenta. Bermain, salah satu bentuk stimulasi positif kecerdasan majemuk si kecil.
“Karenanya, Morinaga secara konsisten mengadakan kembali Dunia Generasi Platinum Morinaga di tahun 2016 ini untuk membantu si kecil mengasah kecerdasan majemuknya melalui berbagi permainan, aktivitas dan permainan edukatif. Diharapkan, rangkaian kegiatan yang diusung, mampu menjadikan anak-anak Indonesia menjadi Anak Generasi Platinum yang Multitalenta,” ujarnya. (tety)
