JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah AAGN Puspayoga mengapresiasi kinerja Pinwil BRI Manado dalam merealisasikan KUR yang telah ditetapkan pemerintah capai 9%. Menurutnya, KUR di wilayah Manado sudah terserap dengan baik.
“KUR bersama pihak bank oleh pinwil BRI sudah bisa berjalan baik. Manado ternyata banyak pelaku UKM dan koperasinya,” ujar Menteri Puspayoga dalam acara sosialisasi percepatan KUR 2016 di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (22/4).
Realisasi KUR, kata menkop, sejalan dengan orientasi pemerintah saat ini yaitu deregulasi dan infrastruktur. Dengan adanya upaya mengurangi tingkat bunga dari yang sebelumnya 22% menjadi 9% masyarakat akan mudah membuka usaha kecil menengah. Dengan demikian, terjadi pemerataan kesejahteraan rakyat.
“KUR ini bagian dari program pemerintah. Apalagi program pemerintah sekarang lebih memprioritaskan dua hal yaitu deregulasi dan satu infrastruktur,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, pemimpin Wilayah BRI Manado Yoshua Palti Hutapea mengatakan fokus utama BRI Manado dalam mendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini adalah dalam bentuk pemberian pinjaman pada sektor produktif, termasuk pemasaran KUR dengan bunga 9 persen per tahun.
Sejak Agustus 2015 (saat peluncuran KUR yang kedua) hingga akhir Maret 2016 Kanwil BRI Manado telah memasarkan Rp1,25 triliun kepada 62.082 debitur dan khusus untuk wilayah Sulawesi Utara telah mencapai Rp 394 miliar yang disalurkan kepada 14.498 debitur.
“Hingga akhir Maret 2016 sektor perdagangan masih mendominasi pemasaran KUR BRI yaitu 61 persen, disusul sektor pertanian 17 persen, jasa 10 persen, perikanan 6 persen, Industri 6 persen,” kata dia.
Dari sisi kualitas pinjaman, sampai saat ini jumlah debitur KUR yang mengalami kemacetan dalam pengembalian kewajiban kredit KUR (NPL) tercatat nol persen.
Target pemasaran KUR se Kanwil BRI Manado selama 2016 ini adalah Rp 2.317 triliun yang terbagi ke KUR Mikro sebesar Rp 2.060 triliun dan KUR ritel sebesar Rp 257 miliar. Total realisasi hingga akhir triwulan 1/2016 sebesar Rp 663 miliar (sekitar 30 persen dari target).
“Jika dilihat per segmen, maka realisasi KUR Mikro telah mencapai Rp 504 miliar dan KUR ritel mencapai Rp 159 miliar,” jelasnya
Untuk provinsi Sulawesi Utara, target pemasaran KUR tahun ini sebesar Rp 700 miliar. Terbagi untuk KUR mikro sebesar Rp 617 miliar dan KUR ritel sebanyak RP 83 miliar. Adapun realisasinya sampai akhir triwulan 1/2016 RP 144 miliar kepada 8.836 orang. Sementara realisasi KUR ritel sebesar Rp 57 miliar kepada 208 orang. (tety)
