22.9 C
New York
05/05/2026
Aktual

Alergi Berdampak Jangka Panjang Terhadap Kesehatan

Tanah Abang-20160417-02261

JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Departemen IKK FKUI DR. Dr. Herqutanto, MPH, MARS menegaskan, alergi memiliki dampak lebih dari sekedar gangguan atau gejala pada pernafasan, kulit, atau pencernaan. Alergi berdampak jangka panjang terhadap kesehatan di kemudian hari. Karenanya, sangat penting melakukan pengamatan terhadap alergi sedini mungkin yakit kepada anak-anak sejak usia dini.

Gangguan kesehatan jangka panjang yang dimaksud seperti timbulnya asma dan rhinitis, serta meningkatnya risiko penyakit degeneratif. Belum lagi resiko sosial seperti harus sering ke dokter, meningkatnya pengeluaran untuk kesehatan, berkurangnya produktivitas orangtua, anak sering sakit, prestasi anak yang menurun, dan banyak lagi.

“Alergi makanan salah satu alergi yang paling sering dialami anak. Sekitar 20% anak pada satu tahun pertama mengalami reaksi terhadap makanan yang diberikan,” katanya, di sela Kampanye Tanggap Alergi Day yang diadakan Sarihusada bekerjasama dengan Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Departemen IKK FKUI), di Jakarta, Minggu (17/4).

Berdasarkan Allergy & Asthma Foundation of America, alergi susu menjadi salah satu alergi makanan yang paling banyak terjadi pada anak-anak. Di Indonesia, satu dari 25 anak menderita alergi protein susu sapi.

“Selama ini masih banyak masyarakat yang belum memahami cara mengenali gejala alergi. Kalau pun sudah tahu tapi mencoba mengira-ngira atau mengambil solusi sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, alergi tidak bisa disembuhkan secara total, tetapi bisa dikendalikan. Mengapa, karena kemungkinan akan muncul alergen lain. Alergi sendiri suatu reaksi terhadap kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya.

Dikatakan faktor yang dapat meningkatkan risiko alergi pada anak adalah riwayat alergi pada keluarga, kelahiran caesar, dan polusi yang termasuk polusi udara dan asap rokok. Risiko alergi akan semakin tinggi bila terdapat riwayat alergi pada anggota keluarga.

Anak-anak dengan kedua orang tua memiliki riwayat alergi memiliki risiko alergi sebesar 40%-60%, dan anak-anak dengan kedua orang tua yang memiliki riwayat alergi dan manifestasi sama, memiliki risiko alergi sebesar 60%-80%. (tety)

Leave a Comment