22.9 C
New York
05/05/2026
Aktual

Sarihusada Ajak Masyarakat Tanggap Alergi dengan 3K

Tanah Abang-20160417-02259

JAKARTA (Pos Sore) – Sarihusada bekerjasama dengan Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Departemen IKK FKUI) menyelenggarakan ‘Tanggap Alergi Day’ untuk mengampanyekan ‘Bunda Tanggap Alergi dengan 3K: Kenali, Konsultasikan, dan Kendalikan’.

Kampanye yang dibuka Presiden Direktur Sarihusada Oliver Pierredon dan Ketua Departemen IKK FKUI DR. Dr. Herqutanto, MPH, MARS ini berpusat di area car free day seputaran Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (17/4).

Arif Mujahidin, Head of Corporate Affairs Sarihusada , mengatakan, ‘Tanggap Alergi Day’ ini bagian sekaligus penutup rangkaian kegiatan Allergy Awareness Week 10-17 April 2016. Kampanye ini untuk mendukung World Allergy Week 2016 dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai alergi serta menyediakan advokasi bagi masyarakat dalam menangani alergi.

“Tanggap Alergi Day ini dimeriahkan oleh pawai tanggap alergi, penyuluhan menngenai alergi, permainan atraktif dan komitmen gerakan bunda tanggap alergi,” tambahnya.

Data World Allergy Organization (WAO) 2011 menunjukkan angka prevalensi alergi mencapai 30%-40% dari total populasi dunia. Penyebabnya, pola hidup masyarakat yang berubah yang menghasilkan lingkungan yang rentan menimbulkan penyakit alergi.

Selain itu, disebabkan oleh masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai alergi seperti mengenali faktor risiko maupun kesalahan dalam menangani alergi anak.

“Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen untuk mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak, kami berkomitmen melakukan edukasi mengani alergi, baik melalui penyediaan alat edukasi seperti website alergianak.com maupun kampanye edukasi ‘Bunda Tanggap Alergi dengan 3K, yaitu Kenali, Konsultasikan, dan Kendalikan,” tambah Presiden Direktur Sarihusada Oliver Pierredon.

Dia menjelaskan, ‘Kenali’ maksudnya mengenal dengan benar apa itu alergi, factor risiko, penyebab atau faktor pencetus, serta apa saja gejala alergi.

‘Konsultasikan’ dimaksudkan melakukan konsultasi kepada dokter begitu risiko diketahui atau terdapat kejadian yang menyerupai gejala alergi. Dengan konsultasi didapatkan saran pencegahan jika masih berupa bakat atau atopic maupun pengobatan jika alergi sudah terjadi.

Sedangkan ‘Kendalikan’ adalah mengambil tindakan pencegahan maupun pengobatan sesuai saran dokter, seperti mengendalikan penyebab alergi dan memberikan nutrisi yang tepat.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati alergi. Karena itu, kami mendorong setiap ibu untuk mengingat 3K tadi sebagai pengetahuan untuk melakkan diagnose alergi sejak dini,” tambah Olivier.

Selama Allergy Awareness Week 2016 dilakukan berbagai kegiatan seperti talkshow mengenai alergi di sejumlah stasiun radio setiap hari, edukasi dan penyuluhan di 12 titik klinik di Jakarta, dan melakukan permainan interaktif yang menarik. (tety)

Tanah Abang-20160417-02258

Leave a Comment