07/05/2026
Aktual

UMKM Kuat, Perekonomian Indonesia Tetap Optimis

JAKARTA (Pos Sore) — Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang saat ini sedang bergulir, Indonesia tetap optimis perekonomiannya akan tetap kuat karena ditopang oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang kuat. Memperkuat UMKM ini juga yang harus dilakukan jika ingin membangun ekonomi yang tinggi besar.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharam dalam Simposium Nasional Ekonomi Global yang diselenggarakan oleh PPK Kosgoro 1957 dengan tema ‘Sistem Pertahanan Ekonomi Nasional Menyikapi Perubahan Kebijakan Ekonomi Global dalam Kontek Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)’, di Ruang Bamus DPR RI Jakarta, Jumat (15/4).

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPD RI Irman Gusman sebagai key note speech. Selain itu hadir juga sebagai pembicara dalam diskusi panel antara lain Eka Sastra dari Komisi VI DPR, Albusyra dari Kementerian Luar Negeri dan Direktur LPDB Kemas Danial, dengan moderator Alfiantono.

Agus Muharam menambahkan, arahan Presiden Jokowi agar penyerapan APBN untuk ekonomi kerakyatan dipercepat.

“Kini masyarakat makin dipermudah dalam berusaha, apalagi sekarang bunga KUR cuma 9% dan tahun depan bunganya turun lagi menjadi 7%, ini yang pertama kali terjadi di Indonesia,” jelas Agus Muharam. Iapun menargetkan penyerapan dana KUR ini sebesar Rp 100 tliliun.

Ia juga mengatakan, UMKM ini merupakan tulang punggung serta pondasi ekonomi kerakyatan, “sehingga jika terjadi krisis ekonomi, karena UMKMnya kuat maka perekonomian juga tetap akan kuat,” jelas Agus Muharam.

“Mengapa harus berkoperasi? Karena Koperasi bertujuan untuk menolong diri sendiri dan teman-temannya sebagai anggota koperasi dalam hal ekonomi.”

Dengan Koperasi maka diharapkan seluruh anggota koperasi akan baik secara ekonominya, semua kebutuhannya bisa dipenuhi di koperasi. Untuk mendirikan koperasi pun saat ini sangat mudah, Agus pun menjamin paling lama 2 minggu sudah jadi.

Sementara itu, Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 Aziz Syamsudin meminta kepada para mahasiswa yang menjadi audience dalam acara tersebut, untuk tidak bercita-cita menjadi pegawai, tapi jadilah pengusaha. Ia beralasan, tidak ada orang kaya dengan menjadi pegawai.

“Kalau mau menjadi profesional itu lebih bagus seperti pengacara, konsultan, notaris dan lain-lain, itu lebih berharga karena bisa memberikan lapangan kerja bagi masyarakat,” kata Aziz Syamsudin.

Di tempat yang sama Direktur Lembaga Pinjaman Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM, Kemas Danial memaparkan, LPDB kini telah menggulirkan dana yang berasal dari APBN ini sebesar Rp 7,2 triliun dengan 5.000 an pelaku UKM yang menikmati dana bergulir tersebut. LPDB ini bertujuan untuk mengentaskan pengangguran, kemiskinan, permodalan bagi pelaku UKM dan menumbuhkan perekonomian nasional.

“Untuk Simpan pinjam bunganya 8% per tahun dengan jangka waktu 3-5 tahun dan untuk sektor riil bunganya 4,5% per tahun dengan jangka waktu 5-10 tahun,” jelas Kemas Danial. (tety)

Leave a Comment