5.8 C
New York
26/04/2026
Ekonomi

Jokowi Jangan Terbuai Rekomendasi Panja Gula DPR

JAKARTA (Pos Sore) – Presiden Joko Widodo diminta tak terbuai sehingga langsung mempercaya dengan rekomendasi Panitia Kerja (Panja) Gula DPR RI melalui pernyataan Ketua Panja Gula, Abdul Wachid yang meminta pemerintah mencabut atau menutup 9 dari 11 izin industri gula rafinasi.

Soalnya, rekomendasi itu disetting tujuh samurai importir gula yang ingin mendapatkan izin import gula putih kristal yang selama ini selalu merugikan masyarakat dan petani tebu.

Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring, Bin Firman Tresnadi, Senin (11/4), mengatakan, dirinya menyayangkan sikap kader Partai Gerindra Abdul Wachid. Menurutnya, legislator dari daerah pemilihan Jateng II itu, kurang mengerti tentang tata niaga gula nasional dan tidak berpihak pada masyarakat yang bergerak di bidang usaha kecil menengah dsektor makanan dan minuman. Mereka membutuhkan produk Industri Gula rafinasi dimana UKM merupakan cerminan Ekonomi kerakyatan.

“Presiden Jokowi jangan terbuai rekomendasi panja gula DPR. Kami minta Gerindra memanggil Abdul Wachid dan menariknya dari panja Gula DPR karena akan membuat simpatik masyarakat menurun terhadap partai ini,” kata dia.

Diungkapkan, akhir-akhir ini disinyalir ada operasi senyap yang dilakukan mafia importir gula kristal putih terhadap industri gula rafinasi di Indonesia. Sinyalemen tersebut diketahui dengan cara mengadu domba antara petani tebu dan pabrik gula putih kristal dengan industri gula rafinasi.

Mereka mengunakan usaha makanan dan minuman fiktif untuk membeli gula dari industri rafinasi. Kemudian gula rafinasi tersebut dijual kembali atau dirembeskan ke pasar pasar dengan harga yang sangat murah bila dibandingkan gula pasir tebu.

“Itu terbukti dengan temuan investigasi tim pencari fakta di Cimahi , Purwokerto, Banjarnegara, Gunung Kidul, Surabaya ,Garut, Tasikmalaya ,Bogor,Bekasi, Depok,“ ujar Bin.

Dari hasil investigasi IDM ke pedagang pasar di kota- kota yang terjadi rembesan gula rafinasi, mayoritas pedagang mengakui membeli gula rafinasi yang dikemas dalam karung tanpa merk dari mobil yang berkeliling.

“Hal ini tentu merugikan industri gula rafinasi nasional. Dengan begitu Industri gula rafinasi nasional akan dituduh menjual gula rafinasi langsung ke pasar dan dijadikan sebagai musuh bersama petani tebu.”

Pria yang juga aktif sebagai pengurus Organisasi Petani tingkat nasional ini mengatakan, ada langkah operasi kontra intelejen oleh mafia import gula putih dan para peyelundup gula putih kristal untuk menghancurkan industri gula rafinasi yang masih diperlukan untuk memasok industri makanan dan minuman

“Ada upaya besar dari para mafia import gula putih yang terkenal dengan sebutan tujuh samurai gula yang sudah dicabut Izinnya saat pemerintahan SBY- Budiono. Akibat ulah tujuh samurai, importir gula putih kristal saat itu, selalu meyebabkan harga gula tinggi dan terjadi inflasi pangan, “ demikian Bin Firman Tresnadi. (akhir)

Leave a Comment