JAKARTA (Pos Sore) — Presiden RI Joko Widodo menyadari salah satu kendala bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) dalam meningkatkan usahanya di Indonesia adalah masalah permodalan. Dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bunganya tidak lagi 22%, tapi 9%, Presiden menyakini kendala ini menjadi jalan keluar.
“Bahkan, Gubernur Jateng sudah memiliki kredit sejenis dengan bunga tujuh persen. Gunakan itu untuk meningkatkan usaha, jangan lagi pinjam modal ke rentenir,” tegas Presiden Jokowi saat peluncuran program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/4).
Menurut Presiden Jokowi, program tersebut merupakan program gotong-royong dari semua kementerian yang memiliki program sejenis. Jika sebelumnya kementerian bekerja sendiri-sendiri, dengan program tersebut terjadi sinergi antar kementerian.
“Saya akui, program mereka bagus. Tapi, akan lebih bagus lagi bila bersinergi dan disatukan dalam satu program besar. Dengan program Sinergi ini, saya optimis kemiskinan di Indonesia bisa segera dientaskan.”
Dalam sambutannya, Menko Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan jika program ekonomi rakyat dikerjakan secara sinergi dan bersama-sama, maka hasilnya akan lebih optimal.
“Sekarang kita keroyokan dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Tapi, keroyokan yang terprogram dan cerdas. Kita melihat banyak program sejenis terkait di beberapa kementrian, yang kemudian kita satukan dalam satu program besar,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menegaskan program sinergi tersebut dapat semakin memperkuat program-program unggulan yang selama ini dikerjakan kementriannya.
“Selama ini juga kita sudah melakukan koordinasi antar kementrian. Misalnya, mengenai hak cipta kita koordinasi dengan Kemenhuk HAM. Terkait ijin usaha mikro dan kecil (IUMK) kita sinergi dengan Kementrian Perdagangan. Beberapa program unggulan lainnya juga kita kerjasama dengan pihak terkait. KUR kita bekerjasama dengan pihak perbankan, dan sebagainya,” papar Puspayoga.
Hanya saja, lanjut Puspayoga, bila selama ini pihaknya bersinergi dengan beberapa kementrian, kali ini dengan program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat maka semua koordinasi antar kementrian berada di bawah Kementrian Koordinator Perekonomian.
“Saya yakin sinergi ini akan berhasil, karena selama ini kita sudah melakukan hal itu,” tandasnya. (tety)
