06/05/2026
Aktual

Aldrey Hansyah: Bisnis Rumput Sintetis Masih Cerah

rumput

JAKARTA (Pos Sore) – Berbisnis sepertinya sudah menjadi pilihan hidup bagi seorang Aldrey Hansyah. Pernah bekerja di bidang periklanan, kini ia membawa rumput sintetis ke Indonesia.

Awalnya dengan membuka lapangan futsal. Material rumputnya disupply dan dikerjakan oleh satu perusahaan, tetapi cukup mengecewakan. Baru dalam dua tahun lapangan sudah banyak masalah, bahkan bisa dibilang rusak berat, dan tidak ada solusi.

Dari sanalah lantas ia mulai mempelajari sendiri mengenai rumput sintetis lebih dalam, dan memperbaiki lapangan sendiri. “Selanjutnya ada teman yang minta dibantu untuk dibuatkan lapangan futsal juga, dan saya kerjakan. One thing lead to another, sampai akhirnya menjadi bisnis Sport Flooring seperti sekarang ini,” tutur Aldrey.

Aldrey sendiri memilliki latar belakang yang tidak berhubungan sama sekali dengan bisnisnya sekarang ini. Bidang pendidikannya Visual Communication, setelah itu bekerja di advertising Agency, pernah di bagian creative, belakangan di Account management.

Setelah bekerja di advertising beberapa tahun, Aldrey membantu di perusahaan keluarga, sambil coba-coba bisnis yang lain, yang kebetulan salah satunya lapangan futsal tadi.

“Jujur saya tidak memilih berbisnis lebih baik daripada bekerja sebagai professional, karena menurut saya keduanya memiliki challenge yang berbeda, pengalaman yang berbeda, juga kelebihan dan kekurangan masing-masing,” tandas Aldrey.

Tetapi dalam berbisnis ia merasa memiliki kontrol yang lebih dalam menjalankan pekerjaan, dan mungkin yang utama adalah mencari kepuasan mendirikan sesuatu dari nol.

Menyinggung persoalan bisnis, menurut Aldrey tidak lain adalah product & services. “Kita di Delta Prima selalu menggunakan produk yang berkualitas, dalam rumput sintetis ada bermacam-macam spec, peforma, durability, dan sebagainya,” tuturnya.

Di bisnis ini Aldrey tidak hanya mensupply barang, tetapi juga jasa, karena ia sendiri yang melakukan instalasi, oleh karena itu service sangatlah penting.

Menurut Aldrey potensi rumput sintetis di Indonesia masih cukup besar, terutama lapangan sepak bola. Di luar negeri lapangan sepak bola rumput sintetis sudah banyak sekali, dan sudah menjadi standar lapangan.

Tidak perlu contoh yang jauh seperti Inggris, Italy, dan lain-lain. Singapura negara yang begitu kecil, lapangan sintetisnya banyak sekali. Hampir setiap sekolah dan universitas memiliki lapangan sintetis.

“Semoga Indonesia bisa mengikuti, sehingga dengan bertambahnya fasilitas sepak bola yang memadai, kita bisa melahirkan bibit-bibit pemain kelas dunia di kemudian hari,” harap Aldrey yang memilih Bali sebagai tempat favorfit liburan bersama keluarga.

Di tengah kesibukannya berbisnis, ia masih memiliki waktu luang untuk berolahraga. Biasanya kalau waktu senggang ia melakukan jogging atau ke gym, kadang berenang ajak anak di sport club dekat rumah.

“Weekend juga sama saja, kadang ke mall sekitar rumahjuga, jarang yang jauh-jauh. Weekdays waktu sudah banyak dimakan macet Jakarta, jadi kalau weekend saya anti cari macet lagi.” (tety)

Leave a Comment