JAKARTA (Pos Sore) — Sekretaris Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian Yasid Taufik, memastikan harga cabai merah, cabai merah keriting, dan bawang merah kini menukik tajam.
Penurunan harga ini terjadi setelah Ditjen Hortikultura melakukan serangkan operasi pasar atau pasar murah untuk komoditas tersebut selama dua minggu terakhir ini.
Jika sebelum dilakukan operasi pasar harga bawang merah di pasaran mencapai Rp37.000/kg, cabai rawit merah Rp55.000/kg, dan cabai merah keriting Rp48.000/kg, kini harganya turun drastis. Saat ini harga cabai merah keriting Rp30.000, cabai rawit merah Rp 35.000, dan bawang merah Rp33.000/kg di tingkat pasar induk.
“Dalam dua pekan ini hampir setiap hari kami telah melakukan operasi pasar untuk bawang merah dan cabai, hasilnya harga-harga komoditas tersebut sudah menunjukkan penurunan harga di pasaran. Bahkan harga cabai ada yang turun menjadi Rp20.000. Inilah manisnya harga cabai dan bawang merah,” katanya, di Jakarta, Senin (21/3).
Yasid mengakui, melonjaknya harga cabai dan bawang merah di pasaran akibat para pedagang perantara yang mengambil keuntungan di luar batas kewajaran yakni mencapai 150% lebih dari harga di tingkat petani. Keuntungan yang wajar itu maksimal 15% di tingkat pedagang grosis, sedangkan di pasar induk antara 10%-15%.
“Bagi ibu rumah tangga sebenarnya kenaikan ini tidak terlalu dirasakan karena kebutuhan cabai dan bawang merah tidak banyak. Belinya juga seons yang kadang bisa habis seminggu. Tetapi bagi spekulan kenaikan harga bisa menjadi keuntungan yang besar baginya,” tandasnya.
Pihaknya memastikan kondisi di lapangan ketersediaan cabai dan bawang merah sangat mencukupi untuk kebutuhan dalam negeri. Pihaknya terus berupaya memperpendek rantai pasokan, salah satunya dengan menggelar operasi pasar atau pasar murah.
“Kalau terdistribusi secara wajar semua diuntungkan, termasuk masyarakat yang tidak dibebani. Masyarakat tidak usah panik dengan gejolak harga cabai dan bawang merah karena harga sudah dalam kondisi wajar. Stok juga memadai. Jangan sampai muncul anggapan gejolak harga seolah-olah produksi tidak mencukupi,” tegasnya.
Terkait kegiatan operasi pasar bawang merah dan cabai, Sesditjen Hortikultura menyatakan, pihaknya akan terus melakukan hingga harga komoditas tersebut kembali normal di pasaran. Sekali angkut bisa 3 ton bawang, 3 ton cabe rawit dan cabe keriting.
Dalam operasi pasar tersebut untuk cabai dijual dengan harga Rp 30.000/kg, bawang merah dijual Rp 25.000/kg, yang dibeli langsung dari petani. Meski harga jualnya dilebihkan sekitar Rp3000 –Rp4000 bukan untuk keuntungan pribadi. Melainkan dialokasikan untuk biaya transportasi dan lain-lain. (tety)

