BOGOR (Pos Sore) — PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) kembali menggelar aksi layanan sehat (ALS) melalui operasi katarak gratis bagi 101 anggota Legion Veteran Republik Indonesia dan masyarakat Dhuafa di wilayah DKI Jakarta.
Kegiatan ini berkaitan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-1 Gerai Sehat Rorotan, klinik pelayanan kesehatan cuma-cuma bagi masyarakat dhuafa — program kesehatan hasil kerjasama dengan Dompet Dhuafa.
Aksi ini digelar sebagai bentuk terima kasih dan apresiasi terhadap para veteran yang telah berjasa bagi kemerdekaan Indonesia, sekaligus membantu para veteran yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Melalui kegiatan ini, kami juga ingin memberikan kemudahan akses terhadap pelayanan kesehatan, terutama dalam hal operasi katarak yang berkualitas,” ujar Afiat Djajanegara, General Affairs Manager PTTEP, di Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa Jl. Raya Parung Km 42, Desa Jampang, Kec.Kemang Kab. Bogor, Minggu (20/3).
President Director Dompet Dhuafa Social Enterprise Ismail A. Said menambahkan, sebelum mengikuti kegiatan operasi ini, para peserta telah lebih dulu melalui tahap skrinning. Setelah itu, para peserta mengikuti tahap akhir dalam operasi katarak yakni tahap post operasi.
“Mata merupakan kebutuhan primer dalam menjalani aktivitas sehari hari, maka dengan dilakukannya operasi ini, diharapkan para penderita katarak akan dapat menjalani hari- harinya lebih produktif,” katanya.
Operasi katarak sendiri dilatarbelakangi jumlah penderita buta katarak di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara. Dari per dua juta penduduk, 1,5 persennya penderita katarak. Setiap tahunnya, 240.000 orang terancam mengalami kebutaan. Selain faktor degeneratif, kondisi Indonesia sebagai negara tropis dengan paparan sinar ultraviolet yang tinggi menjadi faktor pemicu terjadinya katarak.
“Meski umumnya menimpa seseorang yang telah memasuki usia lanjut karena biasanya lensa mata mulai keruh setelah usia 60 tahun, namun bisa terjadi pada anak. Karena itu dibutuhkan dideteksi sejak usia dini untuk mencegahnya,” kata dr. Rita Polana SpM, dalam kesempatan yang sama.
Pada banyak kasus, penyebab katarak itu sendiri paling sering dikarenakan faktor usia, Namun bisa juga diakibatkan oleh beberapa penyakit atau obat-obatan tertentu.
“Pada penderita diabetes, darah tinggi dan asma penyakit katarak lebih cepat diderita. Meskipun faktor utama penyebab penyakit katarak adalah factor usia, ultraviolet matahari dan nutrisi,” ujar Spesialis Mata Rumah Sakit Haji Jakarta ini.
Menurutnya, sampai saat ini operasi menjadi satu-satunya pengobatan efektif mengatasi katarak. Seiring kemajuan teknologi, proses operasi kini semakin canggih, sehingga dapat dilakukan dengan cepat dan aman.
Teknik operasi terbaru ini disebut Phaco Emulsifikasi, yaitu operasi dilakukan tanpa membuat sayatan lebar dan tanpa jahitan. Namun mahalnya biaya untuk melakukan operasi dengan teknik tersebut seringkali menjadi kendala bagi penderita katarak yang makin meningkat jumlahnya di Indonesia.
Rita menambahkan, jumlah para penderita katarak mengalami penumpukan dari tahun ke tahun. Karenanya, kegiatan layanan gratis seperti ini sangat dibutuhkan untuk mencegah kebutaan akibat takarak lebih banyak lagi.
”Katarak harus menjadi perhatian serius, karena berdampak luas pada kehidupan pasien, khususnya perekonomian masyarakat,” tandasnya. (tety)


