02/05/2026
Aktual

Menkop Minta Perbankan Restrukturisasi Utang Pedagang Pasar Badung

JAKARTA (Pos Sore) — – Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga meminta perbankan dan lembaga keuangan lain merestrukturisasi utang para pedagang Pasar Badung, Bali, yang terbakar sejak Senin (29/2).

“Kami memfasilitasi pertemuan dengan perbankan agar kemudian ada kebijakan restrukturisasi utang para pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Badung ini,” kata Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga, di Denpasar, Selasa (1/3).

Puspayoga mengadakan pertemuan dengan Walikota Denpasar, perbankan, dan lembaga keuangan (BRI, BNI, Mandiri, BPD, PNM, dan OJK) untuk mencari jalan keluar pasca terjadinya kebakaran Pasar Badung, Bali.

Menteri Puspayoga mengatakan restrukturisasi utang diusulkan sebagai solusi bagi pedagang yang telah mengakses KUR. “Ini di-reschedulling agar mungkin bisa diperpanjang waktu untuk pinjam kreditnya,” katanya.

Pihaknya memantau dari 1.669 pedagang di pasar tersebut tidak semua merupakan nasabah bank namun sekitar 60 persen di antaranya adalah anggota koperasi.

“Oleh karena itu, kami berupaya membangun komitmen dengan perbankan. Kita berikan waktu agar mereka bisa merestrukturisasi utang pedagang karena ini kan force majeur sehingga harus diberikan perlakuan khusus,” katanya.

Restrukturisasi bisa diberikan dalam bentuk perpanjangan waktu pembayaran kredit ataupun penurunan bunga, tergantung kebijakan masing-masing perbankan.

“Kami juga sudah koordinasi dengan Kementerian Perdagangan agar menurunkan timnya ke Bali untuk membantu menangani persoalan ini,” kata Menteri Puspayoga.

Pada kesempatan yang sama Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo mengatakan pihaknya membuka peluang dan menganggarkan secara khusus dana bergulir dari LPDB-KUMKM sebesar Rp10 miliar sebagai modal kerja dengan suku bunga hanya 0,3 persen.

Dana bergulir akan diberikan kepada koperasi yang ada di sekitar pasar tersebut yang diharapkan bisa memberikan modal kerja pada pedagang yang menjadi korban kebakaran pasar.

Saat ini pasca kebakaran yang menghanguskan sekitar 1.600 kios di Pasar Badung, telah dilakukan pendataan jumlah pedagang yang menjadi korban termasuk didirikan posko aspirasi bagi korban yang ingin memberikan keluhan atau saran. (tety)

Leave a Comment