06/05/2026
Aktual

Harga Bawang Merah Naik, Spudnik: Ada yang Sengaja Tahan Stok di Gudang

IMG_20160301_094704

    Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono (tengah) saat memberikan keterangan terkait melonjaknya harga bawang merah

JAKARTA (Pos Sore) — Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono, mengakui harga bawang merangkak naik dalam 2 pekan terakhir ini. Berdasarkan data Kementerian Pertanian Per 27 Februari 2016, harga bawang merah di pedagang eceran tembus Rp35.000/kg, tetapi di tingkat pasar induk dan petani, harganya sebesar Rp29.000/kg, dan Rp 14.000- Rp 20.000/kg.

Padahal harga bawang per 18 Februari di tingkat eceran masih di kisaran Rp 28.000/kg, di pasar induk Rp 17.000/kg, dan di petani sebesar Rp 10.000- Rp15.000/kg.

Spudnik pun menilai tak wajar perubahan harga yang terjadi dalam 2 pekan terakhir. Terlebih produksi di bulan-bulan sebelumnya masih cukup banyak.

“Ada yang sengaja tahan stok di gudang. Barangnya ada di lapangan, tapi harganya naik terus, mereka sengaja tahan stok buat kendalikan harga. Saya tahu persis barang itu masih ada karena rutin saya cek langsung di lapangan,” kata Spudnik, di kantornya, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (1/3).

Ada sejumlah bukti yang mengindikasikan stok bawang merah di sentra-sentra produksi ditahan di gudang-gudang pengusaha. Contohnya bawang dari Cirebon tapi dikirim ke gudang di Brebes, padahal di Brebes lagi kelebihan suplai.

“Karena ini lagi musim hujan deras jadi kemungkinan produksi turun, supaya harga naik atau agar impor dibuka lagi,” jelasnya.

Meski ia sudah menemukan bukti ada pihak yang menahan stok bawang merah di gudang pedagang, ia tak bisa memberikan sanksi kepada para spekulan mengingat memang tak dilarang.

“Saya hanya bisa himbau. Jangan cari untung dengan cara demikian di tengah jeda akibat hujan deras yang bikin produksi turun. Mereka tahan stok atau dikeluarkan sedikit-sedikit, dari misalnya biasanya 20-25 truk sehari ke pasar induk, jadi 15 truk saja, ini yang ganggu harga,” ujarnya.

Mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya melakukan perbaikan sistem logistik, dengan cara mendatangkan pasokan bawang merah dari sentra lain di luar jawa, seperti Bima di Nusa Tenggara Barat dan Enrekang di Sulawesi Selatan. Tujuannya, pemerintah tetap bisa tetap kendalikan bawang di bawah Rp25.000-26.000/kg. (tety)

Leave a Comment