JAKARTA (Pos Sore) — Besarnya potensi mocaf untuk dikembangkan, sebanyak 7 koperasi membentuk Asosisiasi Koperasi Industri Mocaf Indonesia. Dibentuknya asosiasi ini untuk menjadi wadah bagi kalangan koperasi untuk berbagi informasi, meliputi penyediaan bahan baku, harga bahan baku, harga tepung mocaf, dan pemasaran hasil mocaf.
Terbentuknya asosiasi ini setelah sejumlah koperasi mengikuti kegiatan ‘Temu Usaha Kerjsama Koperasi dan UKM dalam Penerapan Teknologi Tepat Guna Indonesia Pengolahan Mocaf’ pada 17-19 Februari 2016 di Madium, Jawa Timur, yang diadakan Kementerian Koperasi dan UKM.
Dibentuknya asosiasi tersebut dalam rangka pembentukan Koperasi Jasa Usaha Bersama (KJUB) di bidang pemasaran mocaf. Koperasi ini diperlukan agar dapat meningkatkan produktivitas dan posisi tawar menawar pihak koperasi. Untuk mendukung hal ini, kerjasama antarkoperasi sangat diperlukan. Mulai dari segi pemenuhan bahan baku penyediaan teknologi tepat guna pengolahan hasil, peningkatan kemampuan sumberdaya manusia hingga optimalisasi pemasaran produk.
Apa itu mocaf? Mocaf adalah satu produk olahan singkong yang mempunyai keunggulan khusus. Di antaranya, kandungan gluten yang rendah dan kandungan gizi yang tinggi sehingga layak dikonsumsi oleh para penderita diabetes dan anak-anak penyandang autis.
“Dari sisi produksi pengembangan industri mocaf langkah strategis karena mocaf dapat menjadi subtitusi terigu dari gandum impor yang jumlahnya terus meningkat,” jelas Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta, di Kemenkop UKM, Jumat (26/2).
Penggunaan mocaf juga dapat mengurangi biaya produksi bagi kalangan perajin makanan atau kue mengingat harga mocaf di bawah harga terigu. Maka menjadi jelas, sasaran pasar dari industri pengolahan mocaf ini adalah industri pembuatan makanan yang berbahan baku tepung seperti industri pembuatan kue basah, mie, dan produk olahan lainnya.
Sayangnya, kalangan koperasi yang memproduksi mocaf masih menghadapi permasalahan susahnya mendapatkan bahan baku singkong secara kontinu dengan harga stabil. Penyebabnya, panen singkong yang masih tergantung pada kondisi cuaca.
“Artinya, dengan adanya kebutuhan bahan baku singkong yang terus menerus, maka dibutuhkan pola perubahan dalam sistem budidaya singkong yang sejauh ini hanya sebagai tanaman penyangga atau sampingan untuk diarahkan menjadi tanaman utama yang sangat bernilai ekonomis,” paparnya seraya menjelaskan alasan diadakanya kegiatan Temu Usaha tersebut.
Dari sisi pemasaran produk, strategi pemasaran mocaf dapat dilakukan dengan cara menjalin kerjasama di antara sesama koperasi penghasil mocaf. Tujuannya, agar mampu memasarkan hasil produksi mocaf secara bersama sekaligus berupaya meningkatkan posisi tawar terkait pemasaran produk olahan singkong tersebut.
Menurutnya, ada tiga strategi pemasaran mocaf. Pertama, penetrasi pasar langsunng kepada industri kecil makanan yang berbasis bahan baku terigu untuk disubstitusi dengan mocaf. Kedua, melakukan pelatihan di tempat usaha UKM untuk menyakinkan adanya penghematan biaya bahan baku tanpa penurunkan kualitas produk.
Ketiga, membentuk unit-unit pemasaran khusus produk berbasis ubi kayu dan menyiapkan tim pemasaran yang memiliki kompetensi tinggi, baik terkait seluk beluk produk maupun jaringan pasar. (tety)



1 comment