05/05/2026
Aktual

Penanganan Kanker Harus Secara Integratif

Tanah Abang-20160218-01952

JAKARTA (Pos Sore) – Data WHO menyebutkan kasus baru penyakit kanker di dunia meningkat dari 12,7 juta orang pada 2008 menjadi 14,1 juta orang pada 2012 dan diperkirakan terus melonjak hingga 19,3 juta orang pada 2025.

Sementara di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi kanker mencapai 1,4 per 1.000 penduduk atau 347 ribu orang. Hal ini menunjukkan risiko penyakit kanker harus diwaspadai sejak dini dan diperlukan penanganan yang tepat.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap penderita kanker, Gunnebo Indonesia memberikan edukasi seputar kanker kepada anggota Komunitas Organik Indonesia (KOI) untuk meningkatkan pemahaman tentang penanganan kanker secara menyeluruh. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang penanganan kanker secara menyeluruh.

“Kami memahami kanker adalah salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia dan Gunnebo Indonesia memiliki perhatian lebih untuk membantu masyarakat bagaimana menghadapi kanker,” kata Hindra Kurniawan, Country Manager Gunnebo Indonesia, di Jakarta, Kamis (18/2).

Dikatakan, beberapa faktor risiko penyakit kanker mencakup faktor genetik, faktor karsinogen, dan faktor gaya hidup. Pada dasarnya setiap manusia memiliki sel-sel kanker, namun tidak pada semua manusia bermanives sehingga sel tersebut berkembang menjadi penyakit yang menakutkan. Kanker tidak terjadi karena penyebab tunggal, maka mengatasinya pun tidak bisa hanya dengan penanganan tunggal.

Karena itu, dibutuhkan pendekatan integratif yang memahami pasien sebagai manusia secara holitstik (menyeluruh), baik dari medis maupun non-medis yang komplementer (melengkapi).

“Kami berharap edukasi ini dapat memberikan perspektif baru terhadap kanker, terutama langkah-langkah apa yang perlu dilakukan untuk penanganannya, kepada masyarakat. Melalui pendekatan integratif, tidak hanya dapat mencegah penyebaran kanker akan tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup,” kata Hindra.

Dokter Paulus W. Halim, praktisi Radiaestesi Medik dan Integrative Medicine, yang menjadi pembicara dalam edukasi penanganan kanker, mengatakan, pasien membutuhkan pendekatan integratif untuk memahami dan menempatkan pasien sebagai manusia secara menyeluruh (holistik).

“Dengan pengobatan yang mengintegrasikan upaya medis dengan pengobatan non-medis seperti herbal, pembenahan nutrisi, penanganan emosi, peningkatan aspek spiritual dan lain-lain sesuai dengan kondisi dan kebutuhan per individu maka pasien memiliki kemungkinan lebih besar untuk terselamatkan,” papar anggota Dewan Pakar Asosiasi Pengobatan Tradisional Ramuan Indonesia (ASPETRI) ini.

Pengobatan integratif bertujuan untuk membersihkan kanker hingga ke akar-akarnya dan semua upaya yang dilakukan terhadap pasien haruslah mendukung peningkatan daya imun tubuh mereka. Apabila daya imun tubuh pasien meningkat, maka sistem hormonal dan regenerasi sel sehat mereka akan menjadi baik. (tety)

Leave a Comment