06/05/2026
Aktual

Sinergikan Penyaluran KUR, Kemenkop UKM MoU dengan 3 Bank

JAKARTA (Pos Sore) — Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi UKM menjalin kerjasama dengan Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI tentang sinergi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pengembangan kewirausahaan.

Penandatangan MoU dengan para pihak dilakukan di Kawasan Ekonomi Ekonomi Khusus Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah pada 9 Februari 2016. Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN).

“Sasaran sinergi pengembangan kewirausahaan dengan penyaluran KUR adalah pelaku usaha untuk program kewirausahaan di Kementerian Koperasi dan UKM yang telah melalui tahap seleksi hingga pelatihan, juga memenuhi kriteria persyaratan KUR,” kata Deputi Pengembangan SDM Kemenkop UKM Prakoso Budi Susetio, di Press Room Kemenkop UKM, Jakarta, Jumat (12/2).

Dia menambahkan, maksud dan tujuan sinergi penyaluran KUR dengan pengembangan kewirausahaan ini untuk mengnembangkan kewirausahaan sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dalam rangka penurunan angka penggangguran dan kemiskinan di Indonesia.

“Jumlah wirausaha harus ditingkatkan menjadi 2 persen, supaya mampu menekan angka pengangguran. Banyaknya wirausaha maka lapangan pekerja akan banyak,” terangnnya.

Selain itu, meningkatkan skala usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Kerjasama itu dilatarbelakangi tingkat pengangguran yang cukup memprihatinkan yang pada Februari 2015 saja berkisar di angka 5,92%. Minat generasi muda untuk menjadi wirausaha juga masih kecil dengan rincian dari kalangan mahasiswa hanya 6,4% dan pelajar SMA yang 22,4%. Padahal, dari 3,2 juta lulusan SMA sebanyak 80% tidak melanjutkan pendidikan

Tak hanya itu. Jumlah wirausaha saat ini baru di angka 1,65% dari idealnya sebesar 2%. Bandingkan dengan Amerika Serikat yang suah mencapai 11,5%, Jepang 11%, Cina 10%, Singapura 7%, dan Malaysia 3%.

Kemenkop UKM juga telah melakukan pelatihan di daerah yang induk usahanya sudah ada, dan akan membentuk koperasi.

“Kita akan didik dulu anggotanya. Koperasi kuat bila anggotanya punya kondisi ekonominya kuat. Sebab kalau hanya lembaganya saja yang kuat maka tidak akan bisa menopang ekonomi,” kata Prakoso.

Harapannya dengan adanya koperasi ini maka harus bisa memberi manfaat untuk semuanya. Mengelola koperasi juga harus profesional dan harus komitmen. Tidak hanya dijadikan sebagai sampingan saja. (tety)

Leave a Comment