JAKARTA (Pos Sore) — Koperasi Abdi Kerta Raharja, bisa dijadikan contoh bagi koperasi-koperasi lain yang baru berdiri. Koperasi yang diketuai Hj E Farida SE MSi, itu meski baru berusia 5 tahun, namun sukses membumikan budaya gotong royong para anggotanya. Inilah sifat dari koperasi.
Dalam menjalankan operasionalnya, koperasi ini tidak pernah menerapkan biaya administrasi pembiayaan. Koperasi ini lebih menekankan kepada budaya gotong royong melalui simpanan kebajikan. Fungsinya, untuk menyelenggarakan paket C gratis dan melanjutkan sekolah bagi keluarga tidak mampu.
“Koperasi kita sampai saat ini sudah meluluskan 233 siswa paket C sampai SMU. Ini merupakan bentuk CSR kami termasuk juga memberi santunan yatim, infak dan shadaqoh,” jelas Farida di sela Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2015, di Tangerang, Sabtu (23/1).
Program Pendidikan dan latihan yang diselenggarakan Koperasi Abdi Kerta Raharja ini sudah digelar sebanyak 12 angkatan yang diikuti peserta dari seluruh Indonesia.
Koperasi yang berkantor pusat di kawasan Komplek Perkantoran Tigaraksa, Tangerang Kabupaten ini memiliki omset Rp24 milyar, outstanding (piutang) Rp20 miliar dan dalam satu minggu penyaluran pembiyaan kredit sekitar Rp1,5 miliar serta simpanan anggota Rp10 miliar.
Entah apa kunci sukses koperasi tersebut mengingat para pengelolanya sebagian besar kaum hawa. Anggotanya mencapai 14.000 an dan setiap hari anggotanya bertambah.
Bisa jadi karena Koperasi Serba Usaha (KSU) ini mempunyai sejumlah unit usaha, yaitu unit simpan pinjam, unit pendidikan pelatihan jasa konsultan, unit perdagangan seperti jasa, umum dan lain-lain.
Wilayah kerja koperasi ini meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Sampai saat inipun sudah membuka 7 cabang yaitu di Serang, Tangerang Selatan, Bogor, Tangerang Kabupaten ada tiga cabang dan Karawaci. Karyawannya berjumlah 55 orang.
Anggotanya mayoritas masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Itu sebabnya, di dalam Unit Simpan Pinjam ada program Gebrak Sipintar, yaitu singkatan dari Gerakan Berantas Kemiskinan melalui Simpanan Pinjaman Tanpa Agunan dan Resiko.
“MBR ini apabila mereka meninggal dan masih mempunyai hutang maka ditanggung asuransi,” jelasnya.
Tahun ini, katanya, pihaknya akan membuka Mart di sejumlah kota dan yang pertama akan dibuka di kantor pusat. (tety)

