05/05/2026
AktualGaya Hidup

Beberapa Faktor Risiko Terjadinya Kanker Kulit

JAKARTA (Pos Sore) – Spesialis Kulit Dr. Rachel Djuanda, SpKK dari RSU Bunda Jakarta menyebutkan, ada beberapa faktor risiko terjadinya kanker kulit. Beberapa di antaranya:

Kulit cerah. Terlepas dari warna kulit, siapa saja bisa memiliki kanker kulit. Namun, kulit dengan kadar pigmen (melanin) rendah menyebabkan perlindungan dari radiasi UV pun lemah, tidak seperti kulit berwarna gelap.

Riwayat sunburns. Terlalu sering terpapar terik sinar matahari sejak masa anak-anak atau remaja dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit saat dewasa. Sunburns ditandai dengan kulit memerah paska terpapar sinar matahari.

Sejak awal 1979, The Skin Cancer Foundation selalu menganjurkan penggunaan tabir surya dengan proteksi tinggi. Tetapi tabiir surya saja tidak cukup. Gaya hidup yang sehat terutama yang berkaitan dengan memelihara kulit perlu dilakukan.

kanker

“Misalnya selalu mencari tempat teduh atau berlindung dari paparan sinar matahari antara jam 10 pagi sampai jam 4 sore, hindari tanning, gunakan pakaian tertutup, termasuk topi bertepi lebar dan kacamata hitam anti UV saat berada di luar ruangan,” paparnya dalam temu media bertajuk ‘Skin Cancer Awareness: Cegah Kanker Kulit’, yang diadakan RSU Bunda Jakarta, Jumat (15/1).

Menurutnya, tanning atau prosedur menggelapkan kulit dengan cahaya lampu khusus, jusa salah satu risiko kanker kulit.

“Yang sering dilupakan, membiarkan anak-anak bermain di luar rumah tanpa tabir surya. Tabir surya harus digunakan pada bayi di atas usia enam bulan. Jangan lupa memeriksa setiap perubahan kulit dari ujung kepala sampai jari kaki,” tandasnya.

Bercak di kulit atau tahi lalat. Orang-orang yang memiliki tahi lalat atau disebut nevi displastik juga bisa berkembang menjadi salah satu risiko kanker kulit.

“Tahi lalat jenis ini memiliki ciri terlihat tidak teratur dan umumnya lebih besar dari tahi lalat yang normal. Pastikan tahi lalat di tubuh tidak berkembang dari segi ukuran maupun bentuknya,” tambahnya.

Lesi kulit prakanker. Lesi kulit yang dikenal sebagai keratosis actinic yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Biasanya berbentuk kasar, bersisik, berwarna coklat atau pink tua.

Selain itu, ada beberapa faktor risko lain seperti riwayat kleuarga dengan kanker kulit, sistem kekebalan tubuh lemah, dan sering terpapar radiasi atau zat kimia. (tety)

Leave a Comment