JAKARTA (Pos Sore) – Ada gebrakan baru yang dilakukan Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tahun ini kementerian yang dipimpinnya tengah mempersiapkan agar koperasi di seluruh Indonesia bisa juga sebagai penyalur KUR.
Bukan tanpa sebab ‘jurus’ tersebut dikeluarkan menkop. Karena pada tahun ini Kemenkop tengah mempersiapkan peraturan agar Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) juga ikut menyalurkan KUR. Target penyaluran KUR sebesar Rp1,5 triliun. Itu artinya, koperasi juga bisa ikut menyalurkan.
“Saya minta para Kepala Dinas di daerah untuk mengumpulkan semua stakeholder seperti HIPMI, Iwapi, dan para UKM lainnya. Kita bantu perbankan untuk mempercepat serapan walau bank sudah memiliki nasabah sendiri,” kata menkop saat acara sosialisasi percepatan penyaluran KUR bersama para stakeholder, di Jakarta, Senin (18/1).
Menkop berharap target KUR sebesar Rp100 triliun bisa tercapai secara maksimal. Terlebih dengan suku bunga KUR yang sekarang hanya 9% dan subsidi bunga dari pemerintah sebesar Rp10,5 triliun.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM Braman Setyo, menambahkan, pihaknya memperluas sektor yang bisa dibiayai KUR. Begitu juga dengan calon debiturnya, ada KUR khusus untuk tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.
“Ada dua bank swasta, Bank Sinarmas dan BII Maybank, yang khusus menangani TKI dengan target masing-masing bank sebesar Rp500 miliar. Untuk mengawasi keseluruhan penyaluran KUR, kita juga sudah memiliki yang namanya sistem informasi kredit program,” papar Braman.
Sementara Bank BRI dengan target sebesar Rp66,5 triliun (Rp56 triliun untuk KUR mikro, Rp10 triliun untuk KUR ritel, dan Rp500 miliar untuk KUR TKI), sudah melakukan berbagai langkah untuk bisa mencapai target penyaluran KUR tahun 2016.
Di antaranya, dengan menambah 5000 tenaga pemasaran, memperbanyak agen bank 50 ribu, menambah jam kerja termasuk di hari Sabtu dan Minggu (hari libur), serta fleksibel dalam jam kerja dengan menyesuaikan aktifitas pasar (pagi dan malam hari).
“Semua langkah itu untuk mempercepat target penyaluran KUR tahun 2016. Sampai dengan tanggal 15 Januari 2016, Bank BRI sudah menyalurkan KUR sebesar Rp1,5 triliun dengan jumlah 80 ribu debitur baru. Kami belum menemui kendala dalam menyalurkan KUR,” ungkap Tri Wintarto, Kepala Divisi Kredit Mikro Bank BRI.
Hery Sofiaji, Asisten VP Bank Mandiri., mengaku pihaknya juga optimis dalam mencapai target penyaluran KUR 2016. Dengan cara meningkatkan penyaluran KUR ke usaha produktif, usaha yang mampu menyerap tenaga kerja, dan usaha produktif untuk meningkatkan nilai tambah.
“Bank Mandiri akan mengerahkan seluruh jaringan pemasarannya dengan 10 ribu tenaga pemasar untuk menggenjot KUR. Yang jelas, calon debitur KUR harus benar-benar layak untuk dibiayai, dan dengan seluruh sektor usaha seperti pertanian, industri olahan, perikanan, perdagangan, dan jasa,” tandasnya. (tety)
