05/05/2026
AktualGaya Hidup

Indonesia Pantas Menjadi Pusat Fashion Dunia

IMG_0779

JAKARTA (Pos Sore) — Saat ini ada empat pusat fashion dunia yaitu Paris, Milan, New York, dan Tokyo. Kota-kota pusat fashion tersebut memiliki kekuatan masing-masing.Paris dikenal sebagai pusat fashion tertua, sedangkan Tokyo menjadi kota pusat fashion di Asia.

Bagaimana dengan Indonesia? Menurut Samuel Wattimena, perancang busana ternama, Indonesia pantas dan mampu menjadi salah satu pusat fashion dan produk craft dunia.

“Asalkan, para pihak yang terkait dapat lebih bersinergi dan secara konsisten melakukan penguatan promosi, pengembangan produk serta menggelar event-event fashion dan craft berskala internasional,” katanya pada acara Temu Mitra Usaha LLP KUKM, di Gedung SMESCO Jakarta, Selasa (12/1).

Menurut Samuel, modal utama Indonesia adalah pasar domestik dengan ‘kekuatan’ 260 juta penduduk dan kekayaan budaya daerah yang telah melahirkan beragam produk fashion dan craft.
Sayangnya, selama ini beragam produk fashion dan craf yang dimiliki Indonesia telah banyak dicontek oleh perancang-perancang dari negara lain.

“Masalahnya kita masih rendah diri, padahal produk-produk kita sudah banyak yang dicontek oleh luar negeri karena saking bagusnya produk Indonesia,” paparnya.

Samuel menambahkan, sudah saatnya berbagai pihak mengangkat perajin-perajin Indonesia yang sudah menghasilkan berbagai produk seperti kain, batik, perhiasan, perlengkapan, tas, giwang, tusuk konde dan laian-lain yang begitu melimpah.

“Karenanya, menjadi penting sinergi antara pelaku usaha di bidang fashion dan craft, pemerintah, para kurator, praktisi atau ahli pemasaran serta media massa untuk memberikan citra positif terhadap produk-produk Indonesia,” tandasnya.

Selain itu, event berkualitas seperti Indonesia Fashion Week dan pameran-pameran agar dapat ditingkatkan lagi agar brandingnya lebih mendunia.

“Pemerintah juga sudah memberi perhatian. Seperti di LLP KUKM ini bisa membantu UKM untuk mengikuti pameran, pembelajaran, akses pasar, serta teknolgi. Manfaatkan teknologi dan internet untuk bisnis, sangat efektif,” tambahnya.

Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil Menengah (LLP KUKM) Kemenkop UKM Ahmad Zabadi, menambahkan, di Galeri Indonesia WOW, sudah dilengkapi dengan sarana-sarana yang mendukung UKM.

“Ada kurator yang akan memberikan masukan bagaimana agar produk-produk UKM dapat lebih diterima pasar. Selain itu, disiapkan pula kantor atau ruang meeting untuk UKM jika akan bertemu klien, misalnya,” katanya.

Menurutnya, pasar MEA yang sudah berjalan saat ini harus direspon dengan memperkuat UKM baik dari sisi kualitas produk, sertifikasi maupun kemampuan dalam melakukan pemasaran. (tety)

Leave a Comment