05/05/2026
Aktual

Standard Chartered Rampungkan Program Pencegahan Kebutaan di Jakarta

IMG_8815

JAKARTA (Pos Sore) — Standard Chartered Bank Indonesia (SCBI) melalui pendanaan kepada Helen Keller Internasional Indonesia (HKI) merampungkan program refractive error/RE yaitu pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata kepada pelajar untuk tahun ketiga (2012-2015).

Kegiatan program RE periode 2012 – 2015 diawali dengan melakukan pelatihan guru-guru Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tujuannya agar guru UKS dapat melakukan deteksi dini gangguan penglihatan pada warga sekolah.

Pemeriksaan mata lanjutan dilakukan oleh refraksionis optisien HKI Indonesia melalui verifikasi hasil skrining, menyediakan kacamata atau merujuk ke dokter mata. Pada saat distribusi, tim HKI Indonesia juga memberikan edukasi tentang kesehatan mata dan perawatan kacamata.

Dalam implementasinya, Program RE ini berhasil melayani 140 SMP di wilayah DKI Jakarta. Program juga berhasil melatih 748 guru UKS yang kemudian melakukan skrining pada 92.854 orang warga sekolah. Dari total skrining, 20.064 orang menerima kacamata.

“Kami akan terus memberikan dukungan terbaik isu kesehatan mata anak di Indonesia, seperti halnya yang telah kami lakukan untuk program pemeriksaan kerusakan penglihatan dan pembagian kacamata ini,” kata Managing Director & Head of Financial Market SCBI, Prakash Subramanian KV, yang juga Patron Program Seeing is Believing, di Jakarta, Selasa (22/12).

Prakash menambahkan, program lima ke depan akan lebih fokus pada pencegahan kebutaan pada anak. Melalui pendanaan sebesar 5 juta USD untuk membantu melakukan aktivitasi program pencegahan kebutaan anak di wilayah DKI Jakarta, NTB, dan Sulawesi.

Country Director Helen Keller International Indonesia Prateek Gupta, menambahkan, berdasarkan studi sangatlah penting untuk mengidentifikasi anak-anak yang membutuhkan layanan kesehatan mata sejak dini.

“Dengan merujuk mereka ke optik, puskesmas, ataupun rumah sakit untuk mendapatkan kacamata atau pengobatan yang tepat. Dengan menangani gangguan sejak dini, kita dapat meningkatkan penglihatan anak-anak Indonesia,” katanya.

Guna memastikan layanan berkelanjutan bagi sekolah, HKI Indonesia menginisiasi pendirian poli mata pada satu Puskesmas wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat. Piloting ini melengkapi keberadaan 2 poli mata Puskesmas yang didirikan sebelumnya oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

Dari setiap Puskesmas tersebut, 1 orang perawat dilatih oleh tim Pusat Mata Nasional RS Cicendo, Bandung, selama 6 minggu secara intensif. Para perawat mahir mata ini melakukan pendampingan skrining tajam penglihatan yang dilakukan oleh guru UKS SMP di wilayah kerja masing-masing.

Secara reguler, kantor SCBI juga mengirimkan tim relawan untuk memberikan edukasi non kesehatan mata seperti kampanye kesadaran finansial bagi generasi muda, kampanye kesadaran akan HIV/AIDS, kegiatan pelatihan sepak bola, hingga kampanye perilaku hidup sehat dan konsep sekolah yang ramah lingkungan. (tety)

Leave a Comment