05/05/2026
Aktual

Koperasi Indonesia Bisa Sejajar dengan Negara Lain

IMG_1026

JAKARTA (Pos Sore) — Di usia ke-68 koperasi seharusnya sudah memasuki usia matang. Idealnya koperasi menunjukkan jati dirinya sebagai wadah yang handal bagi kekuatan ekonomi rakyat.

Sejak semula gagasan pembentukan koperasi ditujukan untuk meningkatkan posisi tawar anggotanya, sehingga koperasi diharapkan mampu mensejahterakan anggoyanya dan masyarakat pada umumnya.

“Meskipun koperasi-koperasi di Indonesia belum bisa disejajarkan dengan yang ada di negara-negara lain yang ditandai dengan masyarakatnya yang senang belanja di koperasi, namun potensi koperasi Indonesia menjadi besar dan sejajar dengan koperasi-koperasi negara lain sangat terbuka,” kata Agus Muharram, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM.

Hal itu dikatakannya saat peringatan Hari Koperasi ke-68 Tahun 2015 Tingkat Provinsi Banten dan Kota Tangerang Selatan, bertema ‘Memperkokoh Koperasi Sebagai Soko Guru Perekonomian Indonesia’, di lapangan Teras Kota BSD Tangerang Selatan Propinsi Banten, Minggu (12/12).

Dalam kesempatan itu, juga dihadiri Gubernur Banten H Rano Karno SIP, Wali Kota Tangerang Selatan Hj Airin Rachmi Diany SH MH, dan Ketua Dekopinwil Propinsi Banten Hj Ratu Tatu Chasanah SE MAk.

Ia mencontohkan di Kupang ada Kopdit Swastisari yang omsetnya lebih dari Rp276 milyar dan hampir tiap hari didatangi lebih dari 500 orang anggotanya untuk menyimpan dan meminjam uang di koperasi. Bahkan anak sekolahpun bangga menabung di koperasi.

Selain itu, Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) sejak 2012 yang sudah masuk 300 koperasi tingkat dunia peringkat 233 dan 2014 peringkat 210 bersama Koperasi Telekomunikasi Seluler (KISEL) peringkat 128.

“Maka yakinlah, koperasi sangatlah potensial dan strategis untuk berperan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan tentunya pemerataan pendapatan, sehingga kesenjangan atau ketimpangan ekonomi bisa diminimalisir. Jika ini tercapai maka kesejahteraan anggotanya khususnya dapat diwujudkan dan umumnya kesejahteraan masysrakat atau lingkungan pun dapat dicapai,” tegasnya.

Karena itu, Kemenkop UKM terus melakukan reformasi koperasi dengan merehabilitasi koperasi yaitu memperbaharui database koperasi, pembubarkan koperasi tidak aktif secara berangsur-angsur, dan reorientasi koperasi.

Reorientasi koperasi melalui peningkatan kualitas koperasi bukan kuantitas, serta pengembangan koperasi melalui identifikasi peraturan-peraturan yang menghambat Koperasi dan mendorong pengembangan koperasi sektor riil.

Sementara ini Ketua Dekopinwil Propinsi Bantan Tatu Chasanah berharap, Dekopinwil Propinsi Banten mendukung koperasi dan UKM di Tangsel untuk bisa menjadi sehat dan berkualitas serta mandiri.

Di akhir acara juga diserahkan Rekor MURI untuk Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany di bidang pengembangan koperasi siswa di Tangerang Selatan. (tety)

Leave a Comment