JAKARTA (Pos Sore) — Dirut Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kemas Danial, berpendapat, modal bukanlah satu-satunya pemecahan, bagi tumbuh kembangnya pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).
“Yang terpenting, bagaimana ketersediaan permodalan itu cepat, murah dan secara mudah dapat dijangkau. Inilah yang menjadi kebutuhan vital pelaku UKM,” katanya saat membuka Musyawarah Nasional (MUNAS) Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI), di Jakarta, Sabtu (5/12).
Karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM atas nama pemerintah hadir untuk memberikan dukungan permodalan bagi tumbuhnya bisnis ini melalui LPDB-KUMKM).
Menurut Kemas, selain permodalan, satu hal lain yang tidak kalah penting dalam menjalankan usaha adalah legalitas. Karena legalitas usaha merupakan bukti kepatuhan terhadap aturan hukum yang bisa memberikan perlindungan terhadap usaha manakala terjadi masalah.
“Legalitas diperlukan agar pelaku usaha, seperti laundry bisa mendapatkan bantuan modal usaha. Karena salah satu hal yang dipersyaratkan dalam pengajuan permodalan adalah legalitas usaha,” katanya mengingatkan.
Di tengah krisis global yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia, menurutnya, pelaku koperasi dan UKM telah berjasa menyelamatkan perekonomian bangsa.
Mereka telah terbukti selama ini memiliki daya tahan yang tinggi. Saat krisis melanda Indonesia, usaha mereka masih tumbuh pada kisaran 3-4%.
Peran UMKM begitu penting dalam menyokong perekonomian nasional. Ini terlihat dari 57,9 juta unit usaha yang tersebar di seluruh Indonesia. UMKM mencakup 99,99 persen dari seluruh usaha di dalam negeri.
“Namun tetap saja harus ada kewaspadaan akan dampak krisis ini terhadap sektor UKM. Terlebih lagi kita akan sama-sama menyambut MEA di penghujung tahun 2015 ini. Persaingan di sektor UKM dan Koperasi kita akan dirasakan semakin berat jika tidak didukung dan dipersiapkan oleh pemerintah,” tegasnya. (tety)
