05/05/2026
Aktual

Kelas Menengah Indonesia Lebih Bermental Strata Menengah

JAKARTA (Pos Sore) – Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB) pimpinan Pontjo Sutowo, kembali menggelar Diskusi Panel Serial ke-5 dengan tema ‘Dinamika Proses Keindonesiaan’ yang membahas ‘Kontribusi Kelas Menengah dan Tanggung Jawabnya pada Masa Depan Bangsa’.

Ekonom Faisal Batubara atau dikenal dengan Faisal Basri yang menjadi pembicara dalam diskusi itu mengatakan, kelas menengah di dunia termasuk Indonesia, pada dasarnya merupakan motor penggerak dinamika suatu masyarakat.

Dari kalangan mereka inilah, tumbuh dan berkembangnya gagasan dan kiprah yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

faisal

“Sayangnya peran kelas menengah khususnya di Indonesia, belum dapat berperan menjadi kekuatan dinamik untuk mewujudkan suatu masyarakat yang sejahtera bagi seluruh lapisan dan kalangan yang ada dalam batang tubuh bangsa ini,” tuturnya, di Jakarta, Sabtu (5/12).

Padahal telah menjadi rahasia umum, jika hampir semua jenis ideologi ekonomi pernah dicoba di Indonesia yang didukung oleh didalamnya kelas menengah di Indonesia.

Karena itu, menurutnya, masyarakat kelas menengah di Indonesia kini perlu melakukan perubahan untuk segera membantu persoalan yang nyata di depan mata.

Seperti pengelolaan sumberdaya alam, melindungi rakyat dari ganasnya pasar dan globalisasi, tidak mempertentangkan peran negara dan peran pasar, dan memperkuat jantung perekonomian.

Dia mengungkapkan, banyak fenomena yang patut disikapi terkait semakin banyaknya impor pangan dan produk manufacturing, serta energi. Fenomena maraknya impor tersebut dimulai pada 2007 hingga saat ini.

“Bagaimana kita bisa compatable dengan dunia jika banyak barang banyak impor di Indonesia”, katanya.

Karena itu, Faisal Basri mengharap agar nasionalisme harus segera diperkuat. Nasionalisme di sini adalah pencerminan dari tekad suatu bangsa untuk memperkokoh eksitensi negaranya dan memajukan kehidupan rakyatnya di tengah pergaulan masyarakat dunia yang terbuka dan berkeadaban.

Tentunya, dengan melakukan tindakan-tindakan yang memperkuat peran negara dalam melayani masyarakatnya.

“Di Indonesia pada saat ini, lebih banyak sebagai strata menengah daripada kelas menengah. Strata menengah lebih bersifat konsumtif sedangkan kelas menengah lebih bersifat kritis dan mau menyinari lingkungannya,” urainya. (tety)

IMG-20151205-01197

Leave a Comment