JAKARTA (Pos Sore) – Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi UKM (LLP-KUKM) menggelar ‘Smesco Youth Creative Show 2015’ pada 3-5 Desember 2015 di gedung Smesco/RumahKU (Rumahnya Koperasi dan UKM).
Dirut LLP-KUKM, Ahmad Zabadi, mengatakan, event kreatif bertajuk ‘Ciptakan Market, Tumbuhkan Omzet’ ini. kelanjutan dari beberapa event yang digelar sepanjang tahun 2015. Yang memang didedikasikan untuk para pelaku koperasi dan UKM, pelajar, mahasiswa, serta komunitas.
“Sehingga mereka dapat merasakan Smesco ini rumah bagi mereka semua untuk berkreasi, mengeksplorasi talentanya di berbagai bidang, baik kerajinan tangan, seni fotografi, seni musik, dan juga untuk bertemunya para komunitas,” kata Ahmad Zabadi, di Jakarta, Kamis (3/12).
Tak hanya itu. Mereka juga dapat menjadi mitra LLP-KUKM untuk dipromosikan produknya melalui sarana display yang disediakan di enam lantai di gedung yang berlokasi di jalan Gatot Soebroto itu.
Produk-produk mereka juga dapat dipromosikan di tiga lantai di promenade atau jembatan pengubung antara gedung utama dengan function hall serta halaman gedung SME Tower untuk kuliner.
“Ini sesuai dengan arahan Menteri Koperasi dan UKM untuk menggandeng seluruh komponen masyarakat, khususnya para KUMKM dan wirausaha muda, terlebih tagline gedung ini Smesco RumahKU, Rumahnya Koperasi dan UKM,” lanjutnya.
Ada lagi kabar menggembirakan bagi para pelaku KUKM yang menghadiri even ‘Smesco Youth Creative Show 2015’ ini. Sebanyak 500 pelaku KUKM akan dibuatkan toko online gratis yang akan difasilitasi oleh Tokotako.com.
“Jika mengikuti pelatihan membuat toko online biasanya dikenakan biaya Rp2,5 juta, tapi ini kami gratiskan,” kata Ahmad Zabadi.
Setelah para KUKM ini memiliki toko online, mereka akan dihubungkan dengan Blibli.com sebagai market place yang sudah bekerjasama dengan LLP-KUKM.
Dalam event itu, dimeriahkan berbagai creative workshop dan praktek yang dikhususkan bagi para pelajar dan mahasiswa. Ada juga pentas seni kreatif bagi para komunitas seperti hip hop, reggae community performance, lomba air soft gun, photo hunt, dan stand up comedy.
Yang tak kalah menggiurkan, adanya aneka sajian kuliner masakan khas Indonesia.
Sesmekop UKM, Agus Muharram, yang meresmikan kegiatan itu menyambut positif event yang digelar LLP-KUKM. Terlebih kegiatan ini lebih menyasar pemuda sebagai generasi penerus bangsa.
“Industri kreatif itu lebih banyak didominasi oleh kawula muda dan perempuan. Mereka banyak bermain di dunia maya, yang perlu diarahkan agar lebih berdaya saing,” katanya.
Dikatakan, Kemenkop dalam mengembangan kewirausahaan di generasi muda, dilakukan salah satunya melalui upaya Gerakan Kewirausahaan Nasional. Dengan menjadi wirausaha, mereka minimal memiliki penghasilan sendiri dan tidak membebankan negara.
“Yang menjadi persoalan wirausahawan di kalangan generasi muda di jaman e-commerce ini banyak dilakukan dengan ‘hangat-hangat tai ayam’. Saat permintaan sedikit dapat dipenuhi namun ketika permintaan banyak kerepotan, dan tak sedikit meninggalkan usahanya,” paparnya.
Padahal, menurutnya, menjaga usaha e-commerce itu sama seperti mengelola agri bisnis. Yang begitu diperhatikan mulai dari pembibitan, penyemaian, pertumbuhan, hingga panen.
“Bergelut di dunia e-commerce itu ya menang harus tekun. Tekun mengamati, tekun mencermati, dan tekun memonitor sehingga menghasilkan sesuatu yang inovatif,” ujarnya. (tety)


