05/05/2026
AktualGaya Hidup

7 dari 10 Anak Indonesia Kekurangan Gizi Sarapan

TANGERANG (Pos Sore) — Diperkirakan 7 dari 10 anak Indonesia (70 persen) kekurangan gizi sarapan. Padahal gizi sarapan sangat mempengaruhi kemampuan mereka untuk menangkap pelajaran dan beraktivitas fisik.

“Ada banyak anak-anak sarapan tetapi sarapannya asal kenyang. Model sarapan yang begini yang salah,” kata Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia (PERGIZI PANGAN) Indonesia pada kampanye ‘Gerakan Nasional Sarapan Sehat Sebelum Jam 9’ bersama Energen, di Alun-alun Kota Tangerang, Minggu (29/11).

Hardinsyah menyadari di jaman modern seperti sekarang ini memberikan sarapan pada sebagian anak memang membutuhkan perjuangan yang cukup sulit. Karena ada anak-anak yang modelnya tidak suka makan dipagi hari. Belum lagi orangtua yang memang disibukkan dengan persiapan mau bekerja.

Akibatnya menu sarapan yang disajikan asal mengenyangkan saja. Nasi goreng tanpa sayuran atau lauk, roti tawar tanpa susu atau kombinasi lainnya. Sarapan seperti ini diakui memang bisa memenuhi kebutuhan energi dipagi hari bagi anak. Tetapi kebutuhan lain akan zat protein, lemak, mineral tidak bisa terpenuhi.

“Karena itu, pentingnya orangtua memilihkan menu sarapam pagi. Tentunya menu yang sederhana, disukai anak, rasanya enak, tetapi memenuhi segala kebutuhan zat yang diperlukan anak untuk aktivitas pagi hari di sekolah,” tambahnya.

Selain pentingnya sarapan dengan menu yang memiliki kelengkapan zat, penting juga diperhatikan jam untuk sarapan. Paling tepat kegiatan sarapan dilakukan sebelum jam 9 pagi.

“Banyak anak-anak yang sarapannya baru dilakukan pada jam istirahat pertama sekolah, sekitar jam 9 lewat, mereka mengalami rasa ngantuk, mudah lelah dan tidak konsentrasi dalam belajar,” jelasnya.

Menu sarapan yang sehat dan memenuhi kebutuhan gizi anak harus memenuhi minimal karbohidrat, protein, lemak, vitamin-minarela dan air. (tety)

Leave a Comment