05/05/2026
Aktual

Sebelum Pameran di Luar Negeri, Menkop Minta UKM Urus Hak Cipta

D70_7936

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengungkapkan banyak produk UKM asal Indonesia yang ikut pameran di luar negeri dijiplak dan dipatenkan oleh negara tersebut.

“Saya sering keliling ke banyak pameran di daerah, banyak keluhan seperti itu dan itu fakta. Karena itu, saya menghimbau agar para UKM mengurus hak cipta atas produknya sebelum berpameran di luar negeri,” kata Puspayoga di hadapan peserta pameran Indocraft 2015, di Jakarta Convention Center, Rabu (18/11).

Menkop menambahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementrian Hukum dan HAM terkait pengurusan hak cipta bagi produk UKM Indonesia.

“Kalau dulu mengurus hak cipta itu mahal, bisa mencapai Rp4 juta dengan waktu selama delapan bulan. Sekarang, hak cipta gratis dan selesai hanya dalam waktu satu jam, bila seluruh persyaratan administrasi sudah disiapkan,” ujarnya.

Karenanya, Puspayoga meminta para UKM yang produknya berorientasi ekspor harus segera mengurus hak cipta atas produknya. Selain pengurusan hak cipta, para UKM khususnya usaha mikro dan kecil juga harus mengurus ijin usaha mikro dan kecil (IUMK).

“Selain gratis, pengurusan IUMK juga sekarang cukup sampai di tingkat kecamatan. Program-program itu sudah berjalan,” tambahnya.

Menkop menandaskan pentingnya memiliki IUMK selain untuk legalitas usaha, juga bisa mempermudah untuk mengakses dana perbankan seperti kredit usaha rakyat (KUR).

“Salah satu kendala usaha kecil dan mikro adalah akses perbankan. Dengan memiliki IUMK maka kendala tersebut sudah teratasi,” tegasnya.

Dengan memiliki IUMK, para pelaku usaha mikro dan kecil bisa mengakses KUR di tiga bank pelaksana, yaitu BNI, BRI, dan Mandiri. Apalagi, suku bunga KUR sudah turun dari 22 persen menjadi 12 persen, dan diharapkan turun lagi menjadi 9 persen.

Menkop berharap para pelaku UKM di Indonesia mampu memanfaatkan program-program pemberdayaan yang digulirkan pemerintah. Karena UKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional.

“Masyarakat Ekonomi Asean sudah di depan mata. UKM kita harus memiliki SDM yang bagus, produk berkualitas, ‎dan mudahnya akses pembiayaan,” tegasnya. (tety)

Leave a Comment