JAKARTA (Pos Sore) — Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menandatangani kerjasama pengadaan Komoditi Pangan Strategis dengan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan lima gubernur yang wilayahnya memiliki sentra peternakan sapi.
Lima gubernur tersebut yaitu Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majedi, Gubernur NTT Frans Leburaya, Sekda Jatim mewakili Gubernur Jatim, Sekda Lampung mewakili Gubernur Lampung dan perwakilan Pemprov Sulsel.
“Mengapa kerjasama ini perlu dilakukan karena Pemerintah DKI Jakarta selama ini mengaku selalu kekurangan pasokan sapi untuk memenuhi kebutuhan daging warga Jakarta. Kontrak ini berlaku selama saya menjabat gubernur DKI, tapi saya berharap seterusnya bisa terjadi kerja sama ini,” kata Ahok, di kantor Kementerian Pertanian, Jumat (13/11).
MoU ini dilakukan setelah Kementerian Perhubungan menyediakan kapal peternakan untuk mempermudah dalam pengangkutan sapi, sehingga suplai sapi untuk beberapa daerah di Indonesia termasuk Jakarta akan tercukupi. Satu kapal ini mampu mengangkut sekitar 500 ekor sapi.
Ahok akan menyinergikan tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI, yakni PD Pasar Jaya, PD Dharmajaya, dan PT Food Station Tjipinang Jaya, yang rencananya akan merger menjadi perusahaan holding. PD Pasar Jaya yang nanti memegang kendali.
Basuki menginginkan PD Pasar Jaya bisa menstabilkan harga pasar dan menahan laju inflasi. Ia juga menginginkan adanya aturan pemotongan hewan serta pedagangnya oleh PD Dharmajaya.
Ahok menargetkan, Pemprov DKI bisa melawan para mafia daging sapi. Salah satu caranya dengan memberi kredit kepada pedagang-pedagang yang terdaftar di PD Pasar Jaya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, menandatangani nota kesepahaman lima gubernur ini murni upaya penyediaan daging sapi untuk wilayah DKI, bukan upaya untuk memonopoli.
“Upaya ini untuk menstabilkan harga di pasaran, dan tentunya ini bukan monopoli,” tegas mentan.
Amran menjelaskan, dalam hal ini, Kementerian Pertanian hanya sebagai jembatan untuk distribusi sapi dari daerah-daerah penghasil daging sapi ke DKI Jakarta, mengingat besarnya konsumsi daging di Jakarta yang mencapai 720 ribu ekor sapi dalam setahun atau 60 ribu ekor per bulan. (tety)
