JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak tujuh koperasi berbasis OVOP (One Village One Product) yang mengembangkan produk unggulan daerah mendapat dukungan dana CSR dari 5 perusahaan Korea yang tergabung dalam Korean Trade Investment Promotion Agency (KOTRA). Melalui dana CSR ini koperasi-koperasi tersebut dapat meningkatkan kualitas produknya.
Keberpihakan KOTRA kepada koperasi Indonesia ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara KOTRA dengan Kementerian Koperasi dan UKM pada 10 Oktober 2013. Tujuan MoU ini untuk mengembangkan kerjasama dan mendukung program One Village One Product (OVOP).
Kerjasama ini sendiri, kata Meliadi Sembiring, Deputi bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK Kemenkop UKM, berlangsung hingga 2020 dengan target 500 koperasi yang masing-masing akan didukung oleh satu perusahaan Korea yang ada di Indonesia.
“Di Indonesia ada sekitar 2.200 perusahaan Korea yang dikoordinasikan oleh KOTRA. Perusahaan Korea ini wajib mengalokasikan dana CSR untuk membantu pelaku usaha di Indonesia. Nah, ini menjadi peluang bagi koperasi kita untuk mendapatkan dana CSR tersebut agar dapat meningkatkan kualitas produknya,” kata Meliadi, di press room Kemenkop UKM, Jakarta, Jumat (13/11).
Namun, ia menandaskan, perusahaan Korea yang menentukan sendiri koperasi mana yang layak diberikan bantuan dari dana CSR. Kemenkop hanya memberikan daftar koperasi berbasis OVOP berikut produk unggulannya kepada KOTRA. Pihak KOTRA sendiri yang melakukan survei terhadap koperasi-koperasi tersebut sehingga didapat koperasi yang dinilainya layak untuk mendapatkan bantuan dana CSR tersebut.
“Pendekatan yang dilakukan KOTRA ini justru bagus sehingga tidak ada intervensi dari Kemenkop UKM. Jadi pihak KOTRA yang terjung ke lapangan langsung tanpa ada pendampingan dari Kemenkop,” ungkapnya.
Adapun lima perusahaan Korea yang mensponsori yakni CJ, Samsung, Hana Bank, Eagle dan Lottemart. Sedangkan koperasi yang mendapatkan bantuan yaitu KSU Jatirogo (Yogyakarta), Kopwan Stagen dan Kopwan Harapan Bersatu (NTB), Koperasi Mandiri Cikondang (Jawa Barat), Kopwan Srikandi (Jawa Tengah), Koperasi Sumber Mertha Buana (Bali), dan Koperasi Subur Makmur (Banten).
“Bentuk bantuannya bisa berupa pelatihan promosi dan pemasaran, pelatihan kemasan, pelatihan alih teknologi yang teknologinya diberikan secara Cuma-Cuma. Diharapkan dalam dua tahun ke depan koperasi-koperasi ini bisa mandiri dan memiliki kualitas produk yang baik serta bersertikat,” tambahnya. (tety)
