JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga, secara resmi membuka Pekan Produk Kebudayaan Indonesia (PPKI) bertema ‘Budaya Kreatif Indonesia untuk Dunia’, di Parkir Selatan Senayan, Jakarta, Rabu (28/10).
Sebanyak 200 pelaku UKM berperan serta meramaikan PPKI yang diadakan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini.
Menkop mengatakan, PPKI yang melibatkan pelaku industri kreatif seluruh Indonesia ini nantinya akan menjadi pusat promosi dan pengembangan industri ekonomi kreatif di Indonesia menuju pentas global.
“Dengan adanya perkembangan teknologi digital dan sosial media, kita tentu berharap produk-produk kreatif asli karya anak bangsa ini dapat semakin mendunia yang tidak hanya mampu masuk pasar global tetapi juga dapat menambah ilmu agar dapat menciptakan inovasi bagi produk-produk kreatif yang dihasilkan,” kata menkop yang membacakan sambutan Menko PMK, Puan Maharani.
Menkop menambahkan, PPKI ini bukti komitmen dan konsistensi pemerintah untuk mengembangkan ekonomi kreatif nasional. PPKI juga bentuk nyata kolaborasi Triple Helix yang terdiri dari Pemerintah, Bisnis, dan Intelektual (cendekiawan, budayawan, seniman, akademisi), untuk mewujudkan ekonomi kreatif sebagai kekuatan ekonomi baru Indonesia.
Kekuatan ekonomi baru yang berbasis industri kreatif ini, jelas Puspayoga, terlihat dari kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia, baik kontribusi PDB, ekspor, jumlah perusahaan dan tenaga kerja yang terlibat di dalamnya. Bahkan industri kreatif mampu bertumbuh di tengah krisis global saat ini.
“Industri kreatif telah menunjukkan posisi pentingnya dalam struktur perekonomian nasional,” katanya.
Tak hanya itu, sudah tidak terhitung lagi jumlah produk kreatif dan insan kreatif yang mampu berprestasi di tingkat internasional, yang secara langsung mengangkat Citra Bangsa Indonesia.
Sumber daya utama industri ini adalah ide kreatif yang berasal dari warisan budaya dan kearifan lokal, didukung oleh inovasi dan teknologi. Sumber daya ini melimpah keberadaannya dari Sabang sampai Merauke.
“Ini jugalah yang meyakinkan kita bahwa industri kreatif berbasis budaya dan teknologi mampu memandirikan bangsa,” paparnya.
Sementara itu, Deputi Kebudayaan Kemenko PMK Haswan Yunaz mengtakan, PPKI yang diikuti 185 both industri kreatif dari berbagai daerah di Indonesia terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu Pameran, Konvensi dan Gelar seni budaya.
Haswan menambahkan, tema ‘Budaya Kreatif Indonesia untuk Dunia’ ini menunjukan kepada dunia bahwa produk-produk kreatif yang disentuh dengan kebudayaan Indoneisa yang kaya serta beranekaragam dapat bersaing dan mencari incaran bagi kebutuhan masyarakat dunia.
“Pada PPKI 2015 ini kita lebih menekankan pada keunggulan kebudayaan kita dalam menghasilkan produk-produk kreatif yang dapat berdayasaing di dunia, khususnya dalam memasuki perdagangan bebas masyarakat Asean,” ujar Haswan.
Haswan optimis, PPKI akan mampu menarik pengunjung hingga lebih 80 ribu selama gelaran berlangsung. Mengingat produk-produk kreatif yang ditampilkan juga akan diselingi pagelaran budaya. Selain itu, dimeriahkan dengan festival band kreatif yang diikuti sebanyak 40 klub band anak muda.
“Ditampilkan pula maestro seni lukis Nyoman Gunarsa dan kesenian lain dari berbagai daerah,” tambahnya. (tety)
