17.7 C
New York
04/05/2026
Aktual

Kementan Sebut Produksi Padi dan Jagung Alami Peningkatan

IMG_20151023_141110

JAKARTA (Pos Sore) — Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Hasil Sembiring, mengatakan, produksi padi saat ini mengalami peningkatan. Total peningkatannya sebesar 75,551 juta ton gabah kering giling (GKG), yang setara dengan 43,940 juta ton beras.

Meningkatnya produksi padi tahun ini disebabkan oleh bertambahnya luas lahan tanam padi dalam negeri, yang mencapai 512.057 hektare (ha) dengan produktivitas sebesar 1,45 kg per ha.

Berdasarkan data BPS, dengan perkiraan jumlah penduduk Indonesia pada 2015 sejumlah 255,462 juta jiwa, tingkat konsumsi beras per kapita per tahun yakni sekitar 124,89 kg, ditambah dengan kebutuhan lainnya (industri dan tercecer), maka pada 2015 diperlukan beras sebanyak 33,368 juta ton.

“Dari total tersebut, kita masih surplus 10,572 juta ton. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 4,704 juta ton bila dibandingkan dengan tahun 2014 yang hanya 70,846 juta ton GKG,” kata Hasil, di Jakarta, Jumat (23/10).

Bagaimana dengan jagung? Hasil menyebutkan sebenarnya saat ini produksi jagung dalam negeri surplus hingga 1,17 juta ton. Dari data Aram I produksi jagung kita mencapai 20,6 juta ton pipilan kering, sementara kebutuhan jagung kita sebesar 19,43 juta ton.

“Jadi, dari hitung-hitungan ini sebenarnya kita masih surplus sebesar 1,17 juta ton pipilan kering, sehingga langkah untuk melakukan impor jagung untuk saat ini belum dibutuhkan karena pemerintah ingin memperbaiki pola impor yang selama ini tidak respect pada pola produksi,” katanya.

Pihaknya tak ingin kejadian awal tahun kemarin terulang kembali. Saat puncak-puncaknya panen raya, namun pada saat yang sama volume impor jagung justru meningkat. Keadaan ini jelas sangat tidak berpihak kepada petani kita karena harga jagung lokal jadi turun. (tety)

Leave a Comment