5.7 C
New York
26/04/2026
Ekonomi

AMKRI Targetkan IFEX Raih Transaksi US$500 Juta

JAKARTA (Pos Sore) –Kendati kondisi ekonomi lagi lesu, namun penyelenggara pameran furniture oleh Asosiasi Meubel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) optimis mampu meraih target transaksi mencapai US$500 juta saat Pameran Indonesia International Furnitur Expo (IFEX) pada Maret 2016 mendatang.

“Furnitur merupakan kebutuhan primer, hampir setiap kegiatan keseharian kita berhubungan dengan furniture.Sementara pameran merupakan ujung tombak pemasaran dan memudahkan pengusaha bertemu buyer langsung.”

Menurut Penyelenggara Pameran, Soenoto, IFEX kali ini akan lebih terfokus lagi untuk menampilkan produk furniture dan kerajinan berkualitas dan mendunia dengan disain menarik yang memadukan bahan kayu dan rotan dengan metal,plastik dan sejenisnya.

“Furnitur merupakan kebutuhan primer, hampir setiap kegiatan keseharian kita berhubungan dengan furniture.Sementara pameran merupakan ujung tombak pemasaran dan memudahkan pengusaha bertemu buyer langsung,” ungkap Soenoto, di Pekan Raya Jakarta,Jumat (23/9).

Selain IFEX, pihaknya juga akan menggelar pameran InterDex (Interior and Decoration Expo) sehari setelah IFEX digelar di Bumi Serpong Damai (BSD) dengan tujuan  agar jarak antara pameran internasional dan domestik tidak berbeda jauh.Pameran kali ini akan menampilkan produk berkualitas agar para buyer tertarik dan terus menggandrungi furniture dari Indonesia. “Jika kita tidak kembangkan disain dan jaga kualitas, maka pasar kita akan tumbang.Makanya, kita harus jaga kualitas dan produk yang efisien untuk mempertahankan pasar.”

Hal serupa juga diungkapkan Azam Tanamas dan Irene, bahwa kekuatan pasar Indonesia disbanding produk sejnis dari China tentunya sangat berbeda. Buyer dari luar negeri masih percaya dengan kualitas produk dari Indonesia khususnya di produk kerajinan (craft) karena didisain berbeda dan diproses menggunakan tangan terampil berbeda dengan China yang menggunakan peralatan mesin dalam proses produksinya.

Irene menambahkan, kualitas craft Indonesia jauh lebih bagus disbanding China karena para pengrajin dan pemahatnya sangat canggih dengan kreatifitas tingggi. “Pemahat kita dari Bali atau Jepara sudah canggih dan hebat, bahan baku  alam kita juga berlimpah.Makanya, kualitasnya juga berbeda dengan produk China yang diproses menggunakan mesin. Banyak buyer asing melihat craft Indonesia karena kualitas.”

Soenoto mengatakan, dalam pameran kali ini AMKRI bersama PT Diandra juga menggandeng partner asing untuk merancang disain, market inteligen agar kualitas tetap terjaga. “Saya kan pernah bilang, untuk merubah warna rotan jadi coklat saja, kita harus merendam di comberan hingga 3 minggu. Makanya, perlu teknologi untuk ini.”

Sayangnya, kata Soenoto, Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) belum mengambil peran membantu menemukan teknologi ini untuk produsen AMKRI. “Kemana BPPT untuk industry furnitur?.”

Sebenarnya, IFEX 2016 ini merupakan pameran ke-3 setelah sebelumnya mampu mencapai nilai transaksi US$300 juta. Dengan mengusung tema The Essence of Infinite Innovation, kata Soenoto,diharapkan mampu menarik buyer dan mmpromosikan furniture Indonesia ke mancanegara secara luas. (fitri)

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment